JAKARTA – Memori hari ini, lima tahun yang lalu, 19 Agustus 2020, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meluncurkan prangko seri khusus Joko Widodo (Jokowi)- Ma’ruf Amin. Peluncuran itu dilakukan sebagai bentuk apresiasi besar kerena keduanya dipilih mayoritas rakyat.
Sebelumnya, kehadiran pasangan Jokowi-Ma’ruf disambut dengan gegap gempita. Keduanya dipandang sebagai calon pemimpin Indonesia di era 2019-2024. Keinginan itu kejadian. Jokowi-Ma’ruf mampu memenangkan hati rakyat Indonesia.
Pilpres 2019 tak menyediakan banyak ruang untuk kandidat capres. Narasi itu karena kandidat capres sudah mengerucut pada dua tokoh: Jokowi dan Prabowo Subianto. Keduanya bak musuh bebuyutan. Mereka kerap berseberangan.
Mereka berseberangan kala Pilpres 2014. Mereka pula punya pandangan berbeda kala pemerintahan era 2014-2019 berjalan. Jokowi sebagai eksekutif. Prabowo memilih oposisi. Beda hal dengan kandidat cawapres. Posisi cawapres terbuka untuk semua pihak. Masukan pada partai pengusung kedua capres bejibun.
Nama-nama menteri yang ada dalam pemerintahan mulai disebutkan. Namun, masing-masing pihak punya kriterianya masing-masing.
BACA JUGA:
Mereka ingin cawapres yang minimal mampu mendongkrak suara. Kubu Jokowi pun begitu. Mereka ingin capres yang punya prestasi dan terkenal. Nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD sempat muncul. Namun, kubu Jokowi bergerak cepat.
Mereka menemukan sosok baru: Ma’ruf Amin. Jokowi menyambut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu dengan suka cita. Kondisi itu karena Ma’ruf dianggapnya tokoh agama besar. Pengalaman politik Ma’ruf bejibun.
Ia pernah jadi wakil rakyat. Ia pernah pula jadi penasehat Presiden era Susilo Bambang Yudhoyono. Alhasil, segala isu Jokowi tak pro kepada umat Islam mampu dibendung. Jokowi-Ma’ruf pun mampu memang sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia terpilih.
"PDI Perjuangan mengucapkan selamat kepada Pasangan Terpilih Joko Widodo dan Kiai Haji Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Periode 2019 – 2024. Kami mendoakan agar pasangan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih dapat menjalankan amanah dan kekuasaan dengan baik.”
“Kami berharap Jokowi-Ma’ruf merealisasikan apa yang sudah dijanjikan dan diharapkan oleh seluruh rakyat Indonesia. Kami berjanji bahwa DPP PDI Perjuangan dan Fraksi PDI Perjuangan akan menjadi alat dan perkakasnya rakyat Indonesia untuk mencapai tujuan bernegara sebagai mana amanat Pembukaan UUD 1945," ungkap Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto sebagaimana dikutip laman Berita Satu, 21 Mei 2019.
Kemenangan dan perjuangan Jokowi-Ma’ruf tak lantas dilupakan. Johnny G. Plate menganggap kemenangan Jokowi atas dipilih rakyat harus dikenang. Menkominfo itu kemudian meluncurkan prangko seri khusus Jokowi-Ma’ruf pada 19 Agustus 2020.
Peluncuran itu dilakukan juga dalam rangka rangkaian peringatan HUT RI ke-75. Johnny meyakini pula prangko itu sebagai bagian dokumen negara dalam menghormati jasa pemimpin, sekalipun pemerintahan Jokowi-Ma’ruf belum genap satu tahun.
"Prangko seri Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin adalah bentuk penghormatan kita kepada beliau berdua sebagai kepala negara dan wakil kepala negara. Mereka telah dipilih rakyat Indonesia, tentu melalui suatu proses sirkulasi demokrasi yang luar biasa hebatnya.”
"Presiden dan wakil presiden adalah perangko sangat penting dan fenomenal sebagai dokumen negara. Perangko seri presiden dan wakil presiden selalu ditunggu kehadirannya, selalu diabadikan ketokohannya dalam bentuk perangko khusus," ujar Johnny dalam sambutannya secara virtual sebagaimana dikutip laman ANTARA, 19 Agustus 2020.