Bagikan:

JAKARTA – Memori hari Ini, tujuh tahun yang lalu, 7 Maret 2017, Menteri Pariwisata (Menpar), Arif Yahya menyebut Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi sebagai pendukung (endorser) gratis pariwisata Indonesia. Semuanya karena kedatangan Raja Salman ke Indonesia disorot banyak media mancanegara.

Raja Salman dan Rombongannya akan menikmati liburan ke Bali dari 4-12 Maret. Sebelumnya, kedatangan Raja Salman adalah bentuk menjaga hangatnya persahabatan antara kedua negara: Indonesia-Arab Saudi.

Politik luar negeri memiliki peran signifikan bagi eksistensi sebuah negara. Ajian menjaga persahabatan antar negara pun dilakukan. Indonesia dan Arab Saudi, misalnya. Urusan kerja sama Indonesia dan Arab Saudi bukan melulu masalah aktivitas ibadah ke tanah suci, Makkah saja.

Kedua negara sudah melakukan kerja sama di segala bidang sejak dulu kala. Bahkan, hingga era Presiden Jokowi. Persahabatan antar kedua negara terus dijalin hangat. Kehangatan itu terlihat kala Jokowi datang ke Arab Saudi pada 2015.

Presiden Jokowi mengemudikan mobil listrik untuk mengantarkan Raja Salman berkeliling Istana Bogor. (Sekretariat Presiden)

Kala itu Jokowi langsung disambut Raja Salman dengan gegap gempita. Jokowi pun diberikan tanda kehormatan persahabatan. Tanda kehormatan itu berbentuk Medali. Star of Order of Abdulaziz Al Saud - Order of Merit with 5 degrees, namanya.

Sebuah Medali yang juga pernah diberikan kepada Barack Obama, David Cameron, George Bush, hingga Shinzo Abe. Kunjungan Jokowi lalu segara dibalas oleh Raja Salman pada Maret 2017. Raja Salman membawa serta rombongan yang tak sedikit.

Rombongan itu terdiri dari 1500 orang, termasuk 25 pangeran dan 10 menteri. Kedatangan itu sebagai bentuk keseriusan menjaga hubungan baik antara Indonesia-Arab Saudi. Presiden Jokowi pun tak mau kalah.

Raja Salman pun disambutnya dengan meriah. Bintang Kehormatan Republik Indonesia Adipurna diberikan kepadanya pada 1 Maret 2017. Momentum ini mendapat atensi dari banyak media dalam dan luar negeri.

Raja Salman memberikan penghargaan King Abdulaziz Medal kepada Presiden Jokowi, di Jeddah, Aarab Saudi, Sabtu (12/9/2015). (Sekretariat Kabinet)

“Lebih lanjut Sekretaris Kabinet, Pramono Anung menjelaskan, bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menganugerahkan bintang kehormatan tertinggi Republik Indonesia kepada Raja Salman. Bintang kehormatan ini diberikan, karena ketika melakukan kunjungan ke Arab Saudi, Presiden Jokowi juga mendapatkan kehormatan tertinggi dari Kerajaan Arab Saudi.”

“Ditambahkan Seskab, bahwa untuk pertama kalinya pula, Presiden Jokowi akan menjemput secara langsung tamu negara, Raja Salman di Bandar udara. Kenapa ini dilakukan? Karena ketika berkunjung ke Arab Saudi, Presiden Jokowi dijemput di pintu pesawat oleh Raja Salman. Sehingga dengan demikian, hubungan ini adalah hubungan yang sangat dekat, sangat erat, sangat akrab,” tertulis dalam laman Sekretariat Kabinet, 22 Februari 2017.

Agenda kenegaraan Raja Salman berlangsung hingga 3 Maret. Sebab, 4 hingga 8 maret Raja Salman dan rombongannya ingin melakukan agenda pribadi liburan ke Bali. Namun, Raja Salman kemudian tak ingin buru-buru. Ia kemudian memperpanjang liburannya hingga 12 Maret.

Agenda liburan itu disambut baik oleh Menpar, Arif Yahya. Ia menyebut liburan Raja Salman ke Bali memiliki manfaat bagi Indonesia. Semuanya karena Raja Salman bak pendukung gratis yang mampu mempromosikan pariwisata Indonesia ke dunia.

Pernyataan itu diungkap Arif Yahya pada 6 Maret 2017. Ia menyakini kunjungan wisatawan Timur Tengah dapat meningkat karena pengaruh Raja Salman. Apalagi, Raja Salman memilih liburan ke Bali yang notabene adalah pariwisata andalan Indonesia.

"Target kami naik. Pada 2015 kunjungan wisatawan asal Timur Tengah itu sekitar 180 ribu, lalu pada 2016 naik menjadi 250 ribu. Dengan kedatangan Raja Salman, kami yakin bisa sampai 350 ribu karena saya yakin Raja Salman itu endorser gratis," katanya saat ditemui di antor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, sebagaimana dikutip Antara, 6 Maret 2017.