JAKARTA – Aktor Idris Elba tampaknya masih ingin terlibat di film James Bond. Setelah lama disebut-sebut sebagai calon agen 007, aktor Inggris itu kini membuka peluang tampil sebagai penjahat dalam film Bond baru.
Menurut laporan The Mirror dikutip Jumat, 22 Mei, Elba, 53 tahun, merasa peluang menjadi James Bond kini makin kecil. Amazon MGM Studios disebut mencari pemeran utama baru berusia 30-an.
Namun, bintang Luther itu masih tertarik masuk seri film 007. Bukan sebagai Bond, melainkan sebagai musuh utamanya.
Saat ditanya apakah tertarik menjadi penjahat Bond, Elba menutup wajahnya dengan tangan dan menjawab hati-hati.
“Kalau saya bilang ya, ini akan menghantui saya selama berjam-jam,” kata Elba.
Namun, ia akhirnya memberi jawaban jelas.
“Ya, maksud saya 100 persen. Bond adalah seri film yang sangat ikonik. Kenapa tidak? Bisa melakukan adegan mengelus kucing dan sebagainya,” ujarnya dikutip The Mirror.
BACA JUGA:
Ucapan itu merujuk pada gaya klasik penjahat Bond, termasuk sosok Blofeld, musuh besar 007 yang identik dengan kucing.
Proyek James Bond baru kini mulai bergerak. Sutradara Denis Villeneuve disebut sedang mencari pemeran baru untuk menggantikan generasi sebelumnya.
Elba selama hampir satu dekade kerap masuk daftar calon James Bond. Namun, faktor usia membuat peluangnya makin kecil jika studio benar-benar mengincar aktor yang lebih muda.
Meski begitu, jalan menuju dunia Bond belum sepenuhnya tertutup. Elba baru saja terlibat dalam Masters of the Universe untuk Amazon Studios. Ia memberi isyarat peluang itu bisa saja terbuka karena Bond kini berada di bawah kendali studio yang sama.
“Ini studio yang sama. Kami masuk,” katanya.
Dalam Masters of the Universe, Elba memerankan Man-At-Arms Duncan. Ia mengaku senang karena proyek itu dekat dengan kenangan masa kecilnya.
“Saya merasa sebagian dari ini berkaitan dengan nostalgia saya saat bermain dengan mainan-mainan ini,” kata Elba kepada Fox 11.
Ia juga memuji sutradara Travis Knight yang disebut ingin tetap setia pada materi asli, termasuk nuansa kartun, animasi, suara, dan musiknya.
Menurut Elba, Knight tidak melihat peran Duncan dari sisi warna kulit, melainkan dari karakter yang bisa dihidupkan.
“Bagi dia, bukan itu persoalannya. Ini tentang menemukan karakter dalam sosok Duncan yang bisa ia hidupkan,” ujar Elba.
Elba juga bercerita Knight menaruh mainan karakter asli di ruang gantinya. Ia bahkan sempat membandingkan kumisnya dengan dua versi mainan Man-At-Arms.
“Itu benar-benar seperti mimpi yang menjadi kenyataan,” katanya.