Bagikan:

JAKARTA - Le Sserafim dulu datang ke K-pop dengan pesan “fearless”. Kini, empat tahun setelah debut, mereka memilih arah yang lebih matang: rasa takut tidak perlu disangkal, tetapi dihadapi.

Menurut laporan Yonhap dikutip Jumat, 22 Mei, pesan itu menjadi inti album studio kedua Le Sserafim, Pureflow pt. 1, yang dirilis Jumat pukul 13.00 waktu Korea.

Album ini mengambil inspirasi dari ajaran Buddha. Gagasannya sederhana kalau rasa takut bisa saja hanya ilusi. Yang penting adalah tidak tenggelam dalam kecemasan dan tetap bergerak.

“Menerobos rasa takut itu keren, tetapi kami merasa mengakui rasa takut dan menumbuhkan kekuatan untuk terus maju adalah sikap yang lebih keren,” kata Hong Eun-chae dalam wawancara media grup, Senin.

Pemimpin grup Kim Chae-won tidak hadir dalam wawancara karena sedang beristirahat dari aktivitas akibat masalah kesehatan.

Huh Yun-jin mengatakan pesan baru ini terasa lebih dekat dengan pendengar sekarang.

“Sulit bagi semua orang untuk mengatakan, ‘Tidak, saya tidak takut, saya akan menghancurkan semuanya,’” katanya. “Saya pikir orang-orang mungkin membutuhkan seseorang yang memberi kenyamanan dan mengatakan tidak apa-apa merasa takut.”

Sakura juga mengakui para anggota awalnya tidak merasa takut saat debut karena belum tahu banyak hal. Namun, rasa takut muncul di banyak titik penting karier mereka, termasuk saat menentukan lagu yang harus dirilis.

Perubahan tema ini juga tidak bisa dilepaskan dari pengalaman grup menghadapi kritik publik. Le Sserafim sempat disorot karena kemampuan vokal yang dinilai tidak stabil, terutama setelah tampil di Coachella Valley Music and Arts Festival pada 2024.

“Setiap tim menghadapi masa sulit,” kata Yun-jin. “Yang penting adalah sikap yang kita ambil. Dengan menerima dan menghadapi rasa takut yang kami rasakan saat itu, kami menemukan sisi baru dari diri kami.”

Judul Pureflow merupakan anagram dari kata powerful. Konsepnya berangkat dari kutipan novel klasik Frankenstein: “For I am fearless, and therefore powerful.” Kalimat itu mereka balik menjadi gagasan baru: karena mereka tidak bebas dari rasa takut, maka mereka justru kuat.

Lagu utama Boompala membawa pesan itu ke musik yang lebih ringan dan mudah bergerak. Lagu ini mengambil sampel hit global Macarena dengan sentuhan Latin house.

Boompala juga terinspirasi dari Heart Sutra, salah satu teks Buddha yang dikenal luas. Lagu itu membawa gagasan bahwa rasa takut bisa berubah makna tergantung cara seseorang melihatnya.

Album ini juga memuat Celebration, lagu yang lebih dulu dirilis pada 24 April. Lagu tersebut ditulis bersama oleh Yun-jin dan Chae-won, dengan tema keberanian menghadapi kecemasan.

Dari sisi panggung, Le Sserafim tetap membawa ciri khas mereka. Boompala memakai melodi dan gerakan ikonik Macarena, sedangkan Celebration menampilkan lompatan energik dan headbanging.

Yun-jin mengatakan sampel Macarena punya makna pribadi. Ia tumbuh di Amerika Serikat dengan lagu itu.

“Saya tidak pernah membayangkan akan bertemu lagu itu lagi saat bekerja di dunia K-pop,” katanya.

Setelah Spaghetti pada 2025 dan tiga tahun setelah album penuh pertama Unforgiven, Le Sserafim ingin mempertahankan energi ceria mereka, tetapi dengan pesan yang lebih matang.

“Karena Boompala mengandung energi ceria dan positif, saya ingin mendengar orang berkata lagu ini menyenangkan dan kami hebat di atas panggung,” kata Kazuha.

Yun-jin berharap album ini memberi rasa nyaman bagi pendengar.

“Saya juga berharap album ini memberi mereka keberanian untuk menghadapi rasa takut mereka sendiri,” ujarnya.