Bagikan:

YOGYAKARTA - Ternyata tidak semua negara dengan simbol keagamaan yang kuat otomatis menjadi negara paling rajin ibadah di dunia. Data dari World Values Survey (WVS) justru mengungkap fakta yang cukup mengejutkan.

Survei ini dilakukan selama lima tahun, dari 2017 hingga 2022, dengan mencakup 64 negara dari berbagai penjuru dunia. Hasilnya memberikan gambaran yang jauh lebih jelas tentang seberapa penting agama bagi masyarakat global.

Bagaimana Cara Mengukur Religiusitas Sebuah Negara?

World Values Survey (WVS) menggunakan pertanyaan sederhana namun kuat sebagai tolok ukur yaitu "Seberapa penting agama bagi Anda?" Responden memilih dari empat opsi yaitu: sangat penting, cukup penting, kurang penting, dan tidak penting sama sekali.

Pertanyaan ini memang terdengar sederhana. Tapi justru di sana letak kekuatannya karena ia menembus batas simbol dan atribut, langsung ke keyakinan pribadi setiap individu.

Gelombang ke-7 WVS sendiri berlangsung dari 2017 hingga 2022 mencakup total 64 negara, mewakili sekitar seperempat dari seluruh negara di dunia. Cakupan ini tentu belum sempurna, tapi cukup representatif untuk memberikan gambaran global

Negara Paling Rajin Ibadah di Dunia

  • Indonesia

Indonesia berada di puncak daftar dengan religiosity quotient sebesar 98%, diikuti Maladewa di angka 96%, dan Yordania di posisi ketiga dengan 95%.

Angka 98% bukan sekadar statistik, yang berarti hampir tidak ada warga Indonesia yang menganggap agama sebagai hal yang tidak relevan dalam hidupnya. Siapa sayang negara kita Indonesia bukan hanya negara Muslim terbesar di dunia, tapi juga yang paling religius.

  • Maladewa

Negara kepulauan di Samudra Hindia ini mungkin terlihat kecil di peta dunia. Tapi dalam hal religiusitas, Maladewa masuk jajaran teratas global dengan skor 96%.

Baca juga: Sistem yang Mengatur Kepercayaan dan Peribadatan Kepada Tuhan Adalah? Ini Jawaban untuk TTS

  • Yordania & Mesir

Sebanyak 97% warga Mesir menyatakan bahwa agama sangat penting bagi mereka. Bahkan, setiap responden memilih salah satu dari dua opsi teratas. Yordania berada dalam kategori yang sama.

Dua negara ini membuktikan bahwa Timur Tengah tetap menjadi salah satu kawasan paling religius di dunia, meski ada variasi antar negaranya.

  • Nigeria & Bangladesh

Nigeria mencatatkan skor religiusitas 93%, sementara Bangladesh berada di angka 94%. Keduanya masuk dalam enam besar negara paling religius di dunia.

Fakta ini menarik, karena dua negara dari dua benua berbeda sama-sama menunjukkan betapa kuatnya peran agama dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya.

  • Tunisia

Tunisia kerap dikenal sebagai negara Arab yang relatif terbuka. Namun dalam hal religiusitas, Tunisia mencatat skor 90% atau jauh melampaui banyak ekspektasi.

Negara Paling Tidak Religius

Jika Afrika dan Asia Tenggara mendominasi daftar paling religius, Eropa justru berada di kutub yang berlawanan. Di Belanda, untuk setiap satu orang yang menyatakan agama sangat penting, ada sekitar lima orang yang mengatakan agama tidak penting sama sekali.

Negara-negara seperti Jerman, Belanda, dan Inggris kini bisa disebut sebagai masyarakat post-religious.

Posisi paling bawah ditempati Czechia dengan skor -44%, diikuti Jepang di -42%, dan Belanda di -40%. Angka negatif ini menunjukkan bahwa jumlah warga yang menganggap agama tidak penting jauh lebih besar daripada yang menganggapnya sangat penting.

Fakta bahwa Indonesia menempati posisi pertama sebagai negara paling rajin ibadah di dunia tentu bukan sesuatu yang bisa diabaikan begitu saja. Religiusitas bukan hanya urusan ritual namun membentuk nilai, karakter, dan cara pandang sebuah bangsa terhadap dunia. Ikuti berita dan analisis mendalam seputar isu global, dan budaya di VOI dan jadikan wawasan Anda lebih luas setiap harinya.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+