YOGYAKARTA - Membaca salam dan doa di makam Rasulullah SAW adalah hal yang dianjurkan dalam Islam. Khususnya bagi yang berkesempatan untuk menjalankan ibadah haji ataupun umrah.
Dalam buku Aku Datang Memenuhi Panggilan-Mu: Panduan Doa dan Ibadah, Freddy Rangkuti dan Siti Haniah menggambarkan, posisi makam Rasulullah SAW ada di sudut timur Masjid Nabawi dan masih termasuk di dalam masjid. Pada bangunan ini pengunjung akan melihat empat pintu.
Keempat pintu tersebut antara lain pintu sebelah kiblat yang dinamakan pintu At-Taubah, pintu sebelah timur dinamai pintu Fatimah, pintu sebelah utara dinamai pintu Tahajjud, dan pintu sebelah barat ke Raudhah.
Selain terdapat makam Rasulullah SAW, di dalamnya juga ada dua makam sahabat Rasulullah SAW, yaitu Abu Bakar as-Shiddiq dan Umar bin Khattab RA.
Adab Berziarah ke Makam Rasulullah SAW
Menurut Ahmad Alawiy dkk., dalam buku Umrah: Panduan Ibadah Umrah Praktis Lahir Batin, ada beberapa adab yang harus dilakukan setiap muslim di makam Rasulullah SAW, antara lain:
- Mendatangi maqrabah (makam) Rasulullah SAW dari arah kepala dengan membelakangi kiblat, menghadap maqrabah dan menjauh dari makam atau menjaga jarak sedikitnya sekitar 2 meter.
- Khusyuk dan khidmat penuh pengagungan pada Rasulullah SAW yang ada di hadapannya.
- Menyampaikan salam kepada Rasulullah SAW dengan suara lembut dan bersikap tenang tanpa disertai gerakan yang tidak sesuai dengan syariat.
- Mengucapkan salam kepada Abu Bakar As-Shiddiq RA
- Mengucapkan salam kepada Umar bin Khattab RA
- Setelah menghadap Rasulullah SAW, bertawwasul, dan meminta syafaat pada beliau.
Sedangkan lafal salam yang harus diucapkan di makam Rasulullah saw disebutkan oleh Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar-nya sebagai berikut:
السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا خِيْرَةَ اللهِ مِنْ خَلْقِهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا حَبِيْبَ اللهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا سَيِّدَ المُرْسَلِيْنَ وَخَاتَمَ النَّبِيِّيْنَ، السَّلَامُ عَلَيْكَ وَعَلَى آلِكَ وَأَصْحَابِكَ وَأَهْلِ بَيْتِكَ وَعَلَى النَّبِيِّيْنَ وَسَائِرِ الصَّالِحِيْنَ: أَشْهَدُ أَنَّكَ بَلَّغْتَ الرِّسَالَةَ، وَأَدَّيْتَ الأَمَانَةَ، وَنَصَحْتَ الأُمَّةَ، فَجَزَاكَ اللهُ عَنَّا أَفْضَلَ مَا جَزَى رَسُوْلًا عَنْ أُمَّتِهِ
Assalāmu ‘alayka yā rasūlallāh, assalāmu ‘alayka yā khīratallāh min khalqih, assalāmu ‘alayka yā habīballāh, assalāmu ‘alayka yā sayyidal mursalīn wa khātaman nabiyyīn, assalāmu ‘alayka wa ‘alā ālika wa ashhābika wa ahli baytika, wa ‘alan nabiyyīna wa sā’iris shālihīn: Asyhadu annaka ballaghtar risālah, wa addaytal amānah, wa nashahtal ummah, fa jazākallāhu ‘annā afdhala mā jazā rasūlan ‘an ummatih.
SEE ALSO:
Artinya: "Salam sejahtera bagimu wahai Rasulullah, salam sejahtera bagimu wahai makhluk pilihan Allah, salam sejahtera bagimu wahai kekasih Allah, salam sejahtera bagimu wahai penghulu para rasul dan penutup para nabi, salam sejahtera bagimu, keluargamu, sahabatmu, anggota keluargamu, para nabi, dan semua orang saleh. Aku bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan risalah, menunaikan amanah, menasihati umat. Semoga Allah memberikan ganjaran kepadamu atas (jasa membimbing) kami melebihi ganjaran-Nya untuk rasul lain atas umatnya,” (Imam An-Nawawi, Al-Adzkar An-Nawawi, [Kairo, Darul Mallah: 1971 M/1391 H], halaman 174).
Setelah mengucapkan salam kepada Rasulullah saw, peziarah dianjurkan memberi salam kepada Sayyidina Abu Bakar ra dan Sayyidina Umar bin Khattab ra, dan diteruskan dengan tawasul dan memohon kebaikan bagi dirinya sendiri, kedua orang tuanya, sahabatnya, setiap orang yang berbuat baik kepadanya, dan semua umat Islam.
Demikianlah ulasan mengenai salam dan doa di makam Rasulullah beserta adab berziarah yang harus diketahui. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.