Bagikan:

JAKARTA - Tim kuasa hukum Sarwendah memberikan klarifikasi mendetail mengenai isu nafkah bulanan sebesar Rp 200 juta yang selama ini diberikan oleh Ruben Onsu.

Mereka menjelaskan bahwa nominal tersebut bukanlah permintaan, melainkan bagian dari kesepakatan awal di mana Ruben bersedia menanggung semua kebutuhan anak, dan sistem pembayarannya pun menggunakan metode reimburse.

Chris Sam Siwu, pengacara Sarwendah, mengungkapkan bahwa kliennya bahkan sempat menawarkan untuk membagi dua biaya tersebut, namun ditolak oleh Ruben.

"Kesepakatannya bukan angka ya. Kesepakatannya tentang sebuah kepentingan anak yang awalnya Wenda sudah WA, dia bilang ini mau kita bagi dua? Lalu RSO bilang, tidak usah, saya yang tanggung semua," jelas Chris di kawasan Jakarta Selatan, Rabu, 19 November.

Ia menegaskan bahwa Sarwendah selalu menalangi lebih dulu semua kebutuhan anak, baru kemudian mengajukan penggantian.

"Sistemnya pun reimburse. Jadi dibayar dulu baru ditagihkan. Jadi Sarwendah ini bukannya enggak punya duit untuk membayar, semua dibayar, tetapi reimburse gitu," tambahnya.

Pihaknya menyayangkan bagaimana hal yang sudah menjadi kesepakatan dan dijalankan dengan ikhlas kini justru diungkit seolah-olah menjadi sebuah beban.

Sebelumnya, Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, mengungkapkan bahwa kliennya masih memberikan tunjangan bulanan senilai ratusan juta rupiah kepada Sarwendah, bahkan setelah mereka resmi bercerai.

Langkah ini diambil untuk membantah narasi bahwa Ruben Onsu sedang mengalami kesulitan ekonomi dan lalai terhadap kewajibannya.

"Kalau memang tujuannya ingin memojokkan klien kami bahwa dia dalam keadaan tidak mampu ekonomi, ini sangatlah tidak bijak," ujar Minola Sebayang di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu, 15 November.

Untuk membuktikan tanggung jawab Ruben, Minola menunjukkan bukti percakapan dan transfer bulanan dari Ruben kepada Sarwendah. Pada September 2024 saja, Ruben disebut mentransfer total Rp242.629.000.

"Sejak klien kami bercerai dengan S, yang seharusnya kewajiban klien kami sebagai mantan suami terhadap anak-anaknya itu adalah uang pemeliharaan dan pendidikan," jelas Minola.

"Tapi kita boleh lihat, dari mulai perceraian, Ruben tiap bulan itu memberikan biaya kepada S senilai Rp242.629.000," bebernya.

Minola bahkan merinci beberapa alokasi dana tersebut yang dinilai fantastis, seperti biaya bensin dan tol sebesar Rp68 juta, sarang burung Rp9,3 juta, hingga iuran kebersihan dan uang plastik sampah senilai Rp5,2 juta setiap bulan.

"Listrik dibagi dua, jadi sudah bercerai, yang tinggal di rumah itu adalah S, yang menikmati listrik itu adalah S, tetap harus bagi dua biaya listriknya, Rp12,9 juta," bebernya.