YOGYAKARTA - Dalam kepercayaan astrologi Tionghoa, ada periode yang dianggap penuh tantangan bagi pemilik shio tertentu, yaitu enemy years. Lantas, apa itu enemy years?
Banyak orang mempercayai ini sebagai pertanda untuk lebih berhati-hati.
Konsep ini bukan sekadar mitos semata. Enemy years sudah lama dikenal dalam tradisi lunar Tionghoa sebagai siklus yang bisa memengaruhi nasib, kesehatan, hingga rezeki seseorang.
Apa Itu Enemy Years?
Dilansir dari laman yourtango, enemy years berasal dari konsep liù hài atau yang dikenal sebagai "enam bahaya" dalam astrologi Tionghoa. Ini merujuk pada enam pasang shio yang dianggap tidak pernah sejalan satu sama lain.
Ketika tahun lunar sedang dinaungi oleh shio musuh Anda, itulah yang disebut enemy years. Konsep ini berbeda dari Ben Ming Nian, yakni tahun ketika shio Anda sendiri sedang berkuasa.
Enemy years bersumber dari konflik energi antara dua shio yang berlawanan karakter. Banyak praktisi astrologi menganggap periode ini sebagai ujian karma sekaligus peluang transformasi diri.
Bagaimana Cara Menentukan Enemy Years Seseorang?
Cara menentukannya cukup sederhana, yaitu cukup cari tahu shio kelahiran Anda, lalu cocokkan dengan enam pasang shio musuh berikut:
- Tikus berlawanan dengan Kambing
- Kerbau berlawanan dengan Kuda
- Macan berlawanan dengan Ular
- Kelinci berlawanan dengan Naga
- Monyet berlawanan dengan Babi
- Ayam berlawanan dengan Anjing
Enemy years datang setiap 12 tahun sekali, mengikuti siklus kalender lunar. Misalnya, jika Anda lahir di Tahun Kerbau, maka Tahun Kuda adalah salah satu enemy years Anda. Saat itulah energi gesekan diyakini paling terasa.
Baca juga: Memahami Arti Shio Kuda Api: Karakter, Keberuntungan, dan Sisi Tersembunyi yang Jarang Dibahas
BACA JUGA:
Apa Saja yang Dipercaya Terjadi Saat Enemy Years?
Ada beberapa hal yang umum dirasakan selama melewati enemy years. Pertama, banyak orang merasa seperti bekerja lebih keras namun hasilnya tidak sebanding. Usaha sudah maksimal, tapi hasil seperti tidak pernah cukup memuaskan.
Kedua, hubungan sosial pun bisa terasa lebih renggang. Anda mungkin merasa dunia sedang bergerak ke arah yang berbeda dari nilai-nilai Anda, di mana hal tersebut memang melelahkan. Ditambah lagi, perasaan iri atau tidak percaya diri bisa muncul lebih sering dari biasanya.
Ketiga, banyak orang justru bertemu dengan apa yang disebut karmic soulmate di masa ini. Hubungan yang terjalin cenderung intens, penuh konflik, dan membawa pelajaran hidup yang berat. Bukan kebetulan, hal ini diyakini sebagai bagian dari siklus karma.
Apakah Enemy Years Selalu Membawa Nasib Buruk?
Jawabannya adalah tidak selalu. Banyak ahli astrologi Tionghoa justru melihat enemy years sebagai kesempatan bertumbuh. Tekanan dari periode ini mendorong seseorang untuk lebih reflektif dan kuat.
Misalnya, seseorang yang lahir di Tahun Macan cenderung tidak suka menyerah. Namun saat melewati enemy years di Tahun Ular, ia bisa belajar bahwa jalan yang lebih sabar justru membawa kemenangan yang lebih berarti. Pelajaran seperti ini tidak akan datang tanpa adanya gesekan.
Cara Menghadapi Enemy Years Menurut Tradisi
Ada beberapa cara yang disarankan dalam tradisi astrologi Tionghoa untuk melewati enemy years dengan lebih baik, di antaranya:
- Pertama, kenakan warna-warna keberuntungan seperti merah dan emas, atau gunakan jimat pelindung seperti jade. Warna dan simbol dipercaya membantu menyeimbangkan energi yang tidak selaras.
- Kedua, hindari keputusan besar yang berisiko tinggi. Tunda pernikahan, penandatanganan kontrak besar, atau investasi jika memungkinkan. Jika tidak bisa ditunda, pilih waktu yang dianggap auspicious dan perbanyak elemen keberuntungan dalam prosesinya.
- Ketiga, cari dukungan dari shio-shio yang bersahabat dengan Anda. Kelilingi diri dengan orang-orang yang energinya selaras. Dan yang paling penting, gunakan waktu ini untuk introspeksi, karena musuh terbesar dalam enemy years sering kali adalah diri sendiri.
Kini Anda sudah lebih paham apa itu enemy years dan bagaimana kepercayaan ini memengaruhi cara orang menyikapi tahun lunar tertentu. Entah percaya atau tidak, memahami konsep ini bisa jadi cara untuk lebih waspada dan reflektif dalam menjalani hidup. Temukan lebih banyak ulasan menarik seputar budaya, tradisi, dan tren terkini hanya di VOI.