Temuan Penelitian: Berpikiran Terbuka Bikin Bahagia, Sehat, dan Lebih Kreatif
Ilustrasi berpikiran terbuka (Unsplash/Laurenz Kleinheider)

Bagikan:

JAKARTA – Kepribadian seseorang menentukan cara memandang ‘dunia’. Berdasarkan penelitian, kepribadian juga berpengaruh pada menerima kenyataan dalam kehidupan.

Thomas Oppong, pendiri Alltopstartups menulis bahwa orang yang berpikiran terbuka mungkin memiliki realitas yang berbeda. Dengan berpikiran terbuka, suasana hati dan keterbukaan diri memengaruhi cara seseorang melihat dunia secara visual.

Dilansir dari Business Insider, Selasa, 04 Mei, orang yang kurang terbuka terhadap realitas membutuhkan waktu lama memperbaiki hidupnya. Ahli menyarankan untuk berlatih menumbuhkan keterbukaan, misalnya dengan meditasi dan terbuka terhadap hal-hal baru.

Sebab kesadaran manusia memiliki batas, ketika Anda berfokus satu titik saja pada gambar, misalnya, maka keseluruhan gambar akan terhalangi. Padahal sangat mungkin yang Anda cari tak terlihat pada titik tersebut.

Oleh karena hal tersebut, fakta, data, dan pengetahuan perlu diamati atau diwaspadai untuk membuat satu kondisi yang sedang dicari-cari.

Studi dengan cakupan bidang keilmuan psikologi yang dilakukan oleh Anna Antinori, Olivia L. Carter, dan Luke D. Smillie mengungkapkan bahwa orang yang berpikiran terbuka dapat hidup dalam realitas yang jauh berbeda. Keterbukaan pikiran berpengaruh besar pada suasana hati dan kreativitas.

 

Penelitian ini menunjukkan bahwa ciri-ciri kepribadian meliputi cara berpikir, perasaan, dan perilaku tidak hanya mengubah pandangan seseorang tentang kehidupan. Tetapi juga dalam laku kehidupan sehari-hari, termasuk kenyataan di kantor, hubungan dengan keluarga, teman, dan kekasih hati.

Lebih menakjubkan lagi, kepuasan hidup, kesejahteraan emosional, kesehatan fisik, dan panjang usia dipengaruhi pula dengan kepribadian.

Berdasarkan sejumlah studi, meski kepribadian relative tidak berubah dari waktu ke waktu, tetapi terbukti bahwa kepribadian dapat ditempa atau dilatih. Artinya, dapat berubah apabila secara bertahap melakukan pembaruan atas diri. Jika perubahan fokus dijalani, biasanya akan berpengaruh lebih baik.

Bagaimana cara melatihnya? Saran ahli, cobalah mencari peluang untuk meningkatkan, memperluas, dan melihat aspek kebaruan dalam hidup Anda. Lebih baik lagi diimbangi dengan meningkatkan kemampuan kognitif sejalan keterbukaan pikiran Anda.

Allen Langer, Ph.D., seorang psikolog di Harvard memaparkan sekelumit rekomendasi. Seseorang yang bertindak dengan penuh perhatian atau tidak mengabaikan aktivitas apapun meskipun konyol dan tidak menarik, ini adalah satu langkah menuju pikiran lebih terbuka.