Bagikan:

YOGYAKARTA - Belakangan ini sering sekali terjadi fenomena membeli tren suatu barang yang sedang hits atau populer secara masif dan impulsif meski keadaan ekonomi secara umum sedang lesu. Fenomena ini dikenal dengan lipstick effect. Mengenal fenomena lipstick effect merupakan hal yang menarik karena fenomena ini dapat dijadikan strategi bagi pada produsen untuk menarik konsumen dan menghasilkan keuntungan yang besar.

Apa Itu Lipstick Effect?

Dilansir dari Investopedia, Rabu (13/11/2024), lipstick effect adalah fenomena ekonomi yang menunjukkan konsumen cenderung membeli barang-barang mewah kecil dan terjangkau, seperti lipstik, selama masa kesulitan ekonomi, resesi, atau ketika mereka mengalami tekanan keuangan pribadi. Saat dompet menipis, banyak orang tetap membeli produk kosmetik dengan harga yang terjangkau seperti lipstik sebagai bentuk penghiburan diri.

Pada lipstick effect, orang-orang memilih untuk membeli barang-barang kecil yang memberikan kenyamanan atau meningkatkan moral tanpa menguras kantong daripada mengeluarkan uang untuk barang-barang mahal seperti mobil, liburan, atau pakaian mewah.

Fenomena ini dinamakan efek lipstik karena lipstik sering dijadikan contoh barang kecil yang relatif murah namun tetap memberikan perasaan mewah atau kepuasan tersendiri. Fenomena lipstick effect menunjukkan perubahan perilaku konsumen saat ekonomi melambat. Masyarakat akan cenderung membeli produk-produk kecil namun memuaskan mereka secara psikologis.

Sejarah Kemunculan Fenomena Lipstick Effect

Fenomena lipstick effect pertama kali dikemukakan dan dipopulerkan oleh Leonard Lauder pada 2001. Ia adalah pimpinan Estee Lauder, yakni perusahaan kosmetik multinasional yang memproduksi dan memasarkan produk perawatan kulit, tata rias, wewangian, dan perawatan rambut.

Pada saat itu, setelah terjadinya tragedi 9/11 di AS, Leonard Lauder justru melihat peningkatan tajam dalam penjualan lipstik. Ia kemudian sampai pada kesimpulan bahwa produk seperti lipstik adalah pengukur ekonomi yang baik. Pada saat terjadi kemerosotan ekonomi, pembelian barang mewah yang lebih kecil akan mengalami peningkatan.

Sebagian masyarakat masih ingin memanjakan diri mereka sendiri, tetapi uang terlalu terbatas untuk berbelanja barang-barang yang lebih besar dalam hidup.

Fenomena lipstick effect bukan hanya terbatas pada kosmetik, tetapi juga mencerminkan konsumen yang mencari cara untuk tetap merasa bahagia dan percaya diri dengan membeli sesuatu yang dapat meningkatkan suasana hati mereka tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Menurut Profesor Pemasaran Kewirausahaan dan Perilaku Konsumen di Regent's University London, Zubin Sethna, lipstick effect muncul ketika konsumen yang kekurangan uang ingin memanjakan diri dengan sesuatu yang membuat mereka melupakan masalah keuangan. Barang yang dipilih awal mulanya adalah lipstik.

Konsultan Perilaku Konsumen di Inggris, Philip Graves, menyampaikan sebagian orang cenderung ingin memuaskan hasrat psikologis mereka meski pada masa-masa sulit.

Analis gaya hidup konsumen senior di Mintel Group di London Inggris, Francesca Smith, menyebutkan bahwa selama masa ekonomi sulit, sebagian konsumen memang mungkin saja mencari atau membeli produk yang dapat memberikan mereka cita rasa kemewahan tanpa menguras kantong.

Menurut para ekonom, memilih untuk menerapkan gaya hidup seperti minuman kopi premium, jajanan kekinian, dan produk self-care dengan harga relatif murah termasuk wujud fenomena efek lipstik karena barang-barang tersebut dianggap sebagai bentuk hiburan sederhana yang tidak membebani anggaran besar.

Penyebab Lipstick Effect

Berbagai faktor penyebab lisptick effect adalah sebagai berikut:

Kebutuhan Psikologis

Saat menghadapi tekanan ekonomi, masyarakat akan membutuhkan cara untuk tetap merasa baik tentang diri sendiri. Pembelian produk kosmetik seperti lipstik menjadi pilihan karena memberikan kepuasan psikologis dengan biaya relatif terjangkau. Sensasi membeli sesuatu yang baru ini akan mampu mengangkat mood dan memberikan rasa senang meski dalam kondisi finansial yang terbatas.

Substitusi Pembelian Besar

Ketika budget terbatas, masyarakat akan cenderung mengganti pembelian barang mahal dengan alternatif yang lebih murah. Lipstik dan kosmetik menjadi pilihan pengganti luxury items seperti tas branded atau perhiasan. Melalui substitusi tersebut, masyarakat tetap bisa merasakan pengalaman membeli barang mewah tanpa menguras tabungan.

Meningkatkan Kepercayaan Diri

Self-presentation menjadi sangat penting di masa sulit, terutama saat mencari pekerjaan atau menghadapi tantangan karir. Penampilan yang menarik dapat meningkatkan kepercayaan diri masyarakat dan kosmetik menjadi investasi yang terjangkau untuk tampil lebih profesional dan meyakinkan.

Efek Media Sosial

Inspirasi untuk selalu tampil sempurna di media sosial membuat masyarakat tetap mempertahankan pengeluaran untuk produk kecantikan dan produk-produk penunjang lainnya. Content creator dan influencer yang terus memperlihatkan gaya hidup mewah menciptakan standar penampilan tertentu bagi followers mereka. Oleh karena itu, pengguna media sosial akan menggunakan standar tersebut untuk diterapkan pada kehidupan dan penampilannya dengan turut membeli dan menggunakan barang-barang yang memberikan rasa senang.

Perilaku Retail Therapy

Belanja bisa menjadi cara mengatasi stres dan kecemasan. Retail therapy melalui pembelian kosmetik yang terjangkau mampu memberikan kepuasan secara instan tanpa rasa bersalah berlebihan karena harganya masih dalam jangkauan budget.

Perilaku lipstick effect mampu menciptakan ilusi optik dalam marketing. Lipstick effect akan menciptakan persepsi tentang kemewahan tetap dapat dicapai melalui produk berukuran kecil dengan harga terjangkau.

Hal ini dapat dijadikan strategi bisnis dengan fokus pada small luxury items, optimasi digital, penetapan harga cerdas, dan peningkatan pengalaman pelanggan. Pendekatan lipstick effect ini akan membantu pebisnis untuk bertahan bahkan berkembang di masa sulit.

Demikianlah ulasan tentang fenomena lipstick effect. Semoga bermanfaat. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+