Manoj Punjabi Yakin OTT Tak akan Bisa Mengantikan Bioskop
Manoj Punjabi (Foto: IG @manojpunjabimd)

Bagikan:

JAKARTA - Pandemi COVID-19 membuat pergeseran film dari bioskop ke OTT (Over The Top) semakin nyata. Meskipun begitu, CEO MD Pictures, Manoj Punjabi yakin keberadaan OTT bukanlah ancaman bagi bioskop. Manoj yakin OTT menjadi jalan keluar distribusi film di masa pandemi ini. 

"Pandemi ini situasinya anomali. Biasanya, film akan tayang pertama di bioskop baru ke OTT. Namun, saat ini beberapa film akhirnya tayang di OTT karena bioskop belum buka maksimal," ujar Manoj saat berbincang dengan Media di Webinar Bisakah Industri Film Indonesia Andalkan Platform Digital OTT? secara virtual, Senin, 5 April.  

Manoj Punjabi yakin OTT tidak akan bisa menggantikan bioskop. "Ini platform yang berbeda. Dua bisnis model ini juga sangat berbeda. Kalau OTT mau beli film nggak semua bisa masuk, tapi itu bukan bisnis plan OTT pada awalnya," papar Manoj. 

Namun, dalam situasi pandemi, OTT memberi kesempatan sineas bisa lebih maju dan tetap kreatif dengan adanya OTT. "OTT adalah oportunity yang harus diambil, kita harus mau berubah. Kalau kita nggak buat film dan series Indonesia yang baik, nanti lihat yang asing terus," tegasnya. 

Salah satu hal yang tidak bisa digantikan OTT adalah transparansi data penonton. "Pihak OTT tidak masu sharing penontonnya berapa. Karena mereka sangat kompetitif dengan penontonnnya masing-masing. Saya hanya dapat estimasi ketika film atau serial tayang di OTT," jelasnya. 

Salah satu tolak ukur keberhasilan tayangan di OTT adalah data populer yang tiap hari diperbaharui. "Kalau di chart ada populer indikasi yang setiap hari masuk data baru. di platform masing-masing kita bisa lihat. Dulu di WeTV selalu tayangan asing yang masuk popular, sekarang produksi Indonesia sudah masuk populer. Ini pertanda baik," katanya. 

Deddy Mizwar, Ketua Dewan Pengawas Kreasi dan Ketua PPFI, sepakat bahwa OTT bukanlah ancaman bagi bioskop. "Awal tahun 90-an, televisi aktif bioskop kuatir. Namun ternyata nggak masalah. Lalu sekarang OTT hadir. Selama filmnya berkualitas nggak bikin penonton kecewa, pasti akan balik ke bioskop," tegasnya.