Bagikan:

JAKARTA - Film Tarot karya Sutradara Spenser Cohen dan Anna Halberg menceritakan tentang tujuh sahabat yang sedang berlibur bersama di sebuah vila tua terpencil. Layaknya sedang berlibur, mereka pun menghabiskan waktu bersama sambil bercengkerama dan beristirahat.

Saat malam menjelang, grup sahabat yang terdiri dari Haley (Harriet Slater), Grant (Adain Bradley), Paxton (Jacob Batalon), Paige (Avantika), Madeline (Humberly Gonzales), Lucas (Wolfgang Novogratz), dan Elise (Larsen Thompson) itu, tanpa sengaja menemukan sebuah kotak berisi kartu tarot bergambar aneh di rumah tersebut.

Mereka pun mengambil kotak itu dan meminta Haley untuk membaca peruntungan masing-masing dari kartu tersebut. Awalnya, Haley menolak karena kartu tarot itu bukan miliknya, tetapi akhirnya dia menyetujui permintaan teman-temannya.

Satu demi satu grup tersebut pun mulai membaca peruntungan masing-masing dari kartu tarot misterius yang mereka temukan. Tidak terkecuali Haley, sang pembaca tarot yang ikut membaca peruntungannya sendiri dari tarot tersebut.

Semua berjalan baik, ketujuh sahabat itu menyelesaikan waktu liburan mereka dengan menyenangkan. Namun, sesampainya di rumah masing-masing, mereka merasakan suatu hal janggal, seakan ada seseorang yang sedang mengawasi mereka.

Dari sana, kehidupan tujuh sahabat ini berubah 180 derajat. Teror, ketakutan, hingga hal-hal aneh mulai mengejar mereka tanpa mereka tahu apa penyebabnya.

Babak baru

Awalnya, ketujuh sahabat itu merupakan mahasiswa biasa yang sedang menikmati masa muda mereka. Bahkan, empat orang di antara mereka, yakni Haley dan Grant serta Madeline dan Lucas, tengah menjalin hubungan romantis bersama. Usai berlibur, ketujuh mahasiswa itu pun kembali ke rumah masing-masing, tanpa merasakan suatu kejanggalan. Namun, hidup mereka mulai berubah setelah beberapa jam sampai di rumah.

Seakan berhalusinasi, satu demi satu dari mereka mulai mengalami hal aneh, seperti teror dari sosok misterius dan suara-suara mengerikan yang mengganggu ketentraman mereka. Untuk menghentikan teror tersebut, mereka pun mencari jalan keluar dan berdiskusi bersama.

Setelah ditelusuri lebih jauh, mereka berkesimpulan bahwa semua hal aneh itu terjadi karena kartu tarot misterius yang mereka temukan saat berlibur. Sayangnya, mereka meninggalkan kartu itu di vila tempat menginap sebelumnya dan perjalanan panjang grup sahabat itu untuk menghentikan teror aneh ini resmi dimulai.

Selama 15-20 menit, saat film Tarot baru diputar, mungkin penonton akan merasa bosan karena ada adegan yang tidak terlalu penting untuk ditampilkan. Sejujurnya, bagian awal dari film ini terasa membosankan, dan ada beberapa bagian di film ini yang mudah ditebak kelanjutannya.

Selain itu, ada beberapa pemain yang terlihat kurang cakap dalam memainkan adegan di film horor ini. Namun, film ini cukup tertolong dengan bagian lainnya dan penyelesaian cerita yang lumayan bagus.

Saat menonton film ini, siapkan mental terlebih dahulu karena ada sejumlah adegan yang cukup disturbing atau mengganggu, mulai dari tipikal horor yang mengagetkan, hingga adegan sadis di dalamnya.

Oleh karena itu, penonton dengan riwayat penyakit jantung, trauma, dan gangguan kesehatan yang dapat ter-trigger adegan mengagetkan atau sadis, disarankan untuk tidak menonton film ini dan tetap bijaklah untuk menontonnya.

Arti sahabat

Selain menonjolkan cerita horor dari sosok misterius, film Tarot juga menghadirkan cerita khas anak-anak muda yang penuh rasa ingin tahu dan selalu bersemangat saat menjalani hari. Cerita yang cukup ringan untuk ditonton, meskipun genre film ini adalah horor.

Dari film Tarot, penonton akan diperlihatkan bagaimana jalinan kuat antarsahabat dapat membuat semuanya menjadi lebih baik. Baik dari segi kebersamaan hingga solusi memecahkan masalah, sutradara dan penulis seakan ingin memberi tahu bahwa kekompakan itu hal yang penting dalam sebuah pertemanan.

Memiliki seseorang yang dapat dipercaya jauh lebih baik dibandingkan harus menghadapi suatu hal sendirian. Oleh sebab itu, rasa percaya antarsahabat menjadi salah satu poin menarik dari film ini.

Haley dan Grant, misalnya, keduanya menjadi dua orang terdepan saat situasi grup itu sedang sulit. Keduanya bahu membahu membantu teman-teman yang lain agar tidak terjadi hal buruk.

Untuk merasakan kebersamaan dan horor menakutkan di saat bersamaan, tontonlah film ini bersama kekasih, sahabat, atau keluarga. Hal ini agar penonton dapat merasa lebih nyaman saat menonton sekaligus mempelajari hal baik seputar kebersamaan di dalamnya.

Belajar mengikhlaskan

Kehilangan adalah hal yang tidak akan pernah mudah untuk dijalani. Kehilangan benda hingga seseorang kadang terjadi tiba-tiba, tanpa peringatan dan tanpa tanda berarti.

Salah satu adegan yang cukup membekas ketika Haley selalu mengingat mendiang ibunya. Meskipun ibunya sudah meninggal cukup lama, Haley seakan belum rela untuk melepaskannya dan masih menggunakan gelang bekas rawat inap ibunya saat masih hidup.

Sayangnya, perasaan terpendam Haley mulai memuncak saat hubungannya dengan Grant berakhir. Meskipun banyak faktor yang melatarbelakanginya, tetapi perasaan Haley atas kematian ibunya boleh jadi pemicu hubungan keduanya berakhir.

Di suatu titik, Haley pun berkontemplasi dan mulai belajar untuk mengikhlaskan semuanya. Ikhlas untuk kemarahannya, untuk kematian ibunya, dan ikhlas untuk memaafkan dirinya sendiri.

Berkat semua kejadian yang dia hadapi bersama sahabat-sahabatnya itu, Haley dapat bernapas lega dan akhirnya ikhlas menerima semua takdir yang terjadi padanya. Titik balik hidupnya pun resmi dimulai agar semua beban di hatinya dapat dilepaskan, hingga tidak ada lagi perasaan sedih yang tersisa.