Bagikan:

YOGYAKARTA – Tidak semua yang dipikirkan ternyata diperlukan. Karena banyak dan bertumpuk, pikiran jadi kacau dan menyebabkan lelah serta stres. Ikuti tips pakar untuk merapikan pikiran sehingga nggak perlu stres lagi.

1. Abaikan yang tidak bermanfaat

Seperti halnya saat Anda declutter barang-barang di rumah dengan menyeleksi barang-barang sesuai manfaatnya. Barang yang tak bermanfaat, bisa disimpan di gudang atau didonasikan pada orang yang membutuhkan. Begitu pun dengan mengatur pikiran. Supaya tidak menumpuk, lepaskan pikiran yang tidak bermanfaat bagi Anda, saran psikoterapis dan pengajar Shonda Moralis, MSW., LSCW. Tambah Moralis lagi, fokuskan pikiran pada hal-hal baik setiap hari.

tips pakar untuk merapikan pikiran biar nggak stres
Ilustrasi tips pakar untuk merapikan pikiran biar nggak stres (Freepik)

2. Pikirkan yang saat ini

Kita telah menghabiskan begitu banyak waktu di masa lalu dan banyak rencana untuk masa depan. Namun memikirkan apa yang saat ini di depan kita, kadang terlewat. Saran Moralis, saat Anda mengkhawatirkan masa depan dan takut mengulang masa lalu, kembalilah ke apa yang ada sekarang. Melansir Psychology Today, Senin, 25 Maret, Moralis juga menyarankan untuk meditasi yang membantu pikiran lebih fokus pada saat ini.

3. Buat catatan setiap hari

Menuliskan semua hal, dari apa yang dilakukan, kekhawatiran, hingga pemikiran yang terlintas. Tulis mulai dari pagi dan simpanlah buku catatan ini di samping tempat tidur. Ini membantu membagi pikiran ketika sedang penuh-penuhnya.

4. Detoksifikasi digital

Banyak mengakses media sosial lewat gawai, bukannya menghibur tetapi justru membuat pikiran semakin penuh. Maka penting membuat jadwal screentime. Atau Anda bisa membuat jadwal tanpa mengakses gawai pada akhir pekan. Dengan detoksifikasi digital, memberi kesempatan tumbuhnya pemikiran kreatif.

tips pakar untuk merapikan pikiran biar nggak stres
Ilustrasi tips pakar untuk merapikan pikiran biar nggak stres (Freepik/stockking)

5. Mengorganisir

Baik itu email, keuangan, dokumen-dokumen, hingga laci kaus kaki, penting untuk diorganisir. Ini juga membantu Anda mengatur mana yang penting dan perlu dipikirkan dan mana yang tidak.

6. Tetapkan prioritas

Dalam menetapkan prioritas, Anda mungkin membutuhkan perenungan. Ukur apa saja yang telah Anda pelajari dalam menghadapi pergolakan tahun terakhir ini. Renungkan juga apa yang ingin dilepaskan dan dihidupi. Jika Anda terbiasa dengan aktivitas yang melambat, luangkan waktu satu hari pada akhir pekan untuk istirahat dan bersenang-senang.

7. Identifikasi mana yang utama

Mana yang utama, penting diidentifikasi karena memengaruhi alam pikiran, pembelajaran, komunitas, dan tindakan. Keempat hal tersebut, memandu Anda dalam bertindak dan menentukan prioritas. Selain itu, mana yang bernilai paling utama juga membuat tindakan lebih terkendali.

8. Kenali tingkat energi

Perhatikan tingkat energi Anda saat melakukan berbagai aktivitas dan tugas, saran Moralis. Kalau Anda suka aktivitas relaksasi, luangkan waktu untuk berkebun atau aktivitas lainnya. Selain itu, buat apa saja aktivitas, mulai dari aktivitas sosial hingga personal. Jika memungkinkan, lakukan lebih banyak hal yang memberi energi dan kurangi hal yang menguras tenaga.

9. Ke luar dan bergerak

Lingkungan sekitar dan alam membawa energi baru. Menggerakkan tubuh membantu menenangkan pikiran dan membuka pemikiran kreatif. Misalnya jalan pagi mendengarkan kicau burung. Atau menikmati kopi di coffee shop yang rimbun menenangkan.

10. Mulai kebiasaan baru yang sehat

Penting berhati-hati dengan kebiasaan yang Anda pilih. Pertimbangkan mengapa melakukannya dan jelaskan alasannya. Karena dengan mengetahui alasan kita dalam melakukan suatu kebiasaan, membantu memotivasi saat niat melemah.

Itulah sepuluh tips merapikan kembali pikiran saat sedang kacau dan menumpuk banyak hal yang membuat stres.