Luka Emosional Bikin Takut Dekat dengan Orang Lain, Ikuti Caranya Mengatasi
Ilustrasi takut dekat dan terikat dengan orang lain (Freepik/garetsvisual)

Bagikan:

YOGYAKARTA – Luka emosional di masa lalu, kerap tak disadari memengaruhi seseorang dalam bersikap. Bahkan membuat seseorang menghindari situasi yang memicu rasa sakit hadir kembali. Luka ini, misalnya karena memiliki hubungan yang buruk, membuat seseorang enggan dekat dengan orang lain atau menjalin komitmen. Lantas mengapa bisa takut akan keintiman, jenis keintiman, dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut cek penjelasan lengkapnya.

Jenis keintiman atau kedekatan

Hubungan pribadi atau kedekatan dengan seseorang membuat Anda merasa aman, didukung, dan terikat. Keterikatan lebih erat bisa berkembang. Tak lantas berkaitan dengan keintiman seksual, terdapat pula jenis keintiman yang terbagi dalam beberapa kategori, diantaranya sebagai berikut.

1. Intelektual

Ikatan intelektual terhubung melalui ide, moral, keyakinan, pemikiran, dan pendapat. Artinya dengan memiliki ide atau pemikiran yang sama dan melengkapi, dua orang atau lebih dapat terjalin suatu hubungan.

jenis kedekatan dengan orang lain
Ilustrasi jenis kedekatan dengan orang lain (Freepik)

2. Emosional

Rasa percaya memungkinkan dua orang saling berbagi kerentanan dan ekspresi perasaan. Kemudian bisa saling membuat merasa aman.

3. Pengalaman

Apabila dua orang memiliki pengalaman hidup yang sama serta kepentingan bersama, maka bisa menjalin komitmen. Bisa juga terhubung melalui kegiatan tertentu.

4. Fisik dan seksual

Keintiman fisik dan seksual, umumnya dimiliki pasangan yang saling menjalin persetujuan atau consent. Sejauh mana keduanya bisa saling membuat aman, menyenangkan, dan bersentuhan atau berhubungan secara fisik dan seksual.

Keempat jenis keterhubungan di atas, mungkin salah satunya membuat seseorang takut menjalin karena mengalami luka emosional di masa lalu. Brenda Wade, pakar hubungan dan psikolog berbasis di San Fransisco Bay Area, mengatakan. Orang yang hidup dengan rasa takut akan keintiman seringkali takut terluka secara emosional. Melansir PsychCentral, Kamis, 16 Maret, artinya selain pengalaman masa lalu yang membentuk ketakutan juga membuat seseorang enggan menjalin keintiman.

Tanda takut menjalin kedekatan

Tanpa disadari, ketika merasakan kondisi perasaan tertentu, bisa menjadi tanda takut menjalin kedekatan. Tanda-tandanya seperti skeptis ketika diberi pujian atau pengungkapan cinta untuk Anda, kecurigaan terhadap motif hubungan, ledakan emosi atau siklus hubungan, menyabotase diri, menarik diri dari kontak fisik, dan menurunnya komunikasi yang efektif.

takut dekat dan terikat dengan orang lain
Ilustrasi takut dekat dan terikat dengan orang lain (Freepik/wayhomestudio)

Apakah takut menjalin hubungan dan takut ditinggalkan, sama? Ketakutan akan keintiman juga bisa melibatkan perasaan ditinggalkan, tetapi ketakutan akan pengabaian atau kecemasan akan perpisahan tidak sama dengan ketakutan akan keintiman.

Jason Polk, seorang pekerja sosial klinis, pelatih hubungan, dan pemilik Colorado Relationship Recovery di Denver, mengatakan ketakutan akan keintiman adalah mekanisme perlindungan diri. Katanya, ini merupakan refleks yang lebih banyak ditemukan dalam gaya keterikatan cemas-ambivalen. Ini berkembang biasanya karena pengalaman pengabaian saat tumbuh dewasa.

Cara mengatasi rasa takut terlalu dekat dengan seseorang

“Untuk mengatasi rasa takut terikat pada seseorang, pertama-tama Anda harus melihat sejarah Anda sendiri dan pola bawah sadar yang telah Anda kembangkan,” kata Wade.

Disinilah Anda membutuhkan orang ketiga, atau bantuan profesional, sehingga dapat disembuhkan secara tepat dan lembut. Anda juga bisa mempelajari cara yang dilakukan dalam terapi memperbaiki harga diri, lebih mencintai diri sendiri dan kembangkan minat. Beberapa alternatif lain yang mungkin membantu, misalnya membuat jurnal positif, aktif olahraga, mengeksplorasi energi kreatif, dan belajar memperbaiki diri sendiri. Dengan begitu, luka emosional yang menyebabkan takut dekat dengan orang lain bisa diatasi.