Bagikan:

JAKARTA - Jika Anda atau orang terdekat Anda akhir-akhir ini sedang down. Mungkin saja Anda bertanya-tanya apakah yang sedang dirasakan saat ini adalah depresi? Tentu saja hal ini bisa dimaklumi. Depresi bisa jadi masalah serius. Dan sebelum mengklaim diri sendiri terkena depresi, sebaiknya perhatikan terlebih dahulu tanda depresi yang VOI rangkum dari laman Healthy Place, Selasa, 11 Oktober.

Depresi adalah penyakit mental, ditandai dengan suasana hati yang buruk seperti perasaan tertekan atau kurangnya minat pada beberapa atau semua aktivitas. Depresi berat, juga dikenal sebagai gangguan depresi mayor, adalah kombinasi dari setidaknya lima gejala selama minimal dua minggu.

Tanda-tanda awal depresi dikenal sebagai gejala depresi prodromal. Gejala prodromal depresi biasanya mirip dengan gejala depresi, tetapi gejala tersebut muncul sebelum seseorang memenuhi diagnosis formal depresi. Perlu dicatat bahwa adanya gejala depresi prodromal tidak selalu mengarah pada depresi berat.

Setiap orang cenderung memiliki tanda-tanda peringatan depresi yang berbeda. Namun, melansir dari sebuah studi dengan judul “Study of Prodromal and Residual Symptoms of Depression,” setidaknya ada 9 tanda depresi yang hampir dirasakan oleh semua orang, yakni;

  • Mudah tersinggung
  • Sulit tidur
  • Hilang semangat
  • Mudah lelah
  • Insomnia
  • Ketegangan psikis
  • Mudah cemas
  • Penurunan durasi tidur

Dari 80 orang yang diteliti, semuanya memiliki setidaknya satu tanda depresi yang disebutkan pada minggu-minggu sebelum mereka didiagnosis depresi. Orang mengalami tanda-tanda depresi, rata-rata, 64 hari sebelum diagnosis. Namun, timbulnya tanda-tanda depresi berkisar antara 20 hingga 300 hari.

Beberapa faktor-faktor risiko di bawah ini dapat membuat Anda lebih mungkin mengalami depresi. Jadi, jika Anda sedang berada dalam situasi yang bisa menyebabkan kemungkinan depresi, sebaiknya periksakan diri Anda secara rutin untuk mencegah depresi tidak menyelinap dalam diri. Faktor-faktor tersebut adalah;

  • Kesepian dan terisolasi
  • Masalah hubungan seperti hubungan yang bermasalah, tidak bahagia, atau kasar
  • Pengalaman hidup yang penuh tekanan seperti berkabung, perceraian, atau pengangguran
  • Penyakit kronis atau diagnosis terkena masalah kesehatan
  • Riwayat keluarga depresi
  • Ciri-ciri kepribadian seperti pandangan yang dominan negatif, terlalu kritis terhadap diri sendiri, atau rendah diri
  • Trauma atau mengalami pelecehan saat usia dini
  • Penyalahgunaan alkohol atau narkoba

Penting diingat bahwa meskipun faktor risiko dapat meningkatkan peluang Anda mengalami depresi, namun itu tidak berarti Anda pasti akan mengalami depresi. Jika Anda melihat tanda-tanda depresi dalam diri sendiri atau jika Anda khawatir tentang kemungkinan depresi, pastikan Anda berbicara dengan penyedia layanan kesehatan seperti dokter keluarga, psikiater atau psikolog.