Kenali Cara Pencegahan dan Gejala Diplopia, Penglihatan Ganda Seperti yang Dialami Marc Marquez
Ilustrasi cara pencegahan dan gejala diplopia (Unsplash/Tawfiqu Barbhuiya)

Bagikan:

JAKARTA – Marc Marquez merasa tidak sehat dan mengalami masalah penglihatan. Dilansir VOI kemarin, Rabu, 10 November, juara dunia enam kali MotoGP ini harus melewatkan final musim dalam Grand Prix Valencia akhir pekan ini.

Penglihatan ganda atau secara medis dikenal dengan diplopia dialami oleh Marc Marquez sejak pebalap Repsol Honda ini alami kecelakaan dalam latihan menjelang Grand Prix Algarve di Portugal.

Diplopia disebabkan kerusakan saraf atau otot di mata sehingga menyebabkan penglihatan ganda. Kerusakan otot yang menggerakkan mata atau saraf yang mengontrol gerakan mata dapat membuat bayangan ganda. Dikutip dari Medical News Today, Kamis, 11 November, beberapa faktor menjadi penyebab diplopia atau penglihatan ganda, antara lain penyebabnya adalah sebagai berikut:

  1. Disfungsi tiroid, di mana kelenjar tiroid yang memproduksi hormon tiroksin berubah fungsi sehingga memengaruhi otot-otot eksternal yang mengontrol mata.
  2. Stroke atau transient ischemic attack (TIA), pada stroke menyebabkan darah gagal mencapai otak karena penyumbatan pembuluh darah sehingga memengaruhi otot dan saraf yang mengontrol otot mata dan menyebabkan penglihatan ganda.
  3. Aneurisma, kondisi ini dialami ketika ada tonjolan di pembuluh darah sehingga menekan saraf otot mata.
cara pencegahan dan gejala diplopia
Ilustrasi pemeriksaan diplopia atau penglihatan ganda (Istock)

 

  1. Penyebab lainnya adalah insufisien konvergensi, myasthenia gravis, tumor dan kanker otak, multiple schlerosis
  2. Diabetes juga bisa memengaruhi pembuluh darah yang memasok retina di bagian belakang mata.
  3. Cedera mata yang dapat menyebabkan darah dan cairan terkumpul di sekitar mata sehingga dapat memberi tekanan pada mata atau otot serta saraf sekitar mata.
  4. Cedera kepala, jika terjadi kerusakan fisik pada otak, saraf, dan otot atau rongga mata dapat membatasi pergerakan mata.

Diplopia memiliki banyak penyebab, sehingga untuk mendiagnosa gejalanya diperlukan konsultasi pada spesialis mata. Spesialis mata akan memeriksa penglihatan seseorang dengan diplopia menggunakan teropong. Dokter juga perlu melakukan sejumlah tes untuk mengetahui penyebab pasti dari diplopia.

Umumnya, gejala awal yang dialami seseorang dengan diplopia antara lain sebagai berikut:

  • Menyipitkan mata saat melihat
  • Menutupi satu mata dengan tangan
  • Memutar kepala dengan cara yang tidak biasa
  • Ketika melihat objek, kepala lebih miring daripada menghadap lurus ke depan
  • Salah satu atau kedua mata tidak sejajar atau mata juling
  • Sakit saat menggerakkan mata
  • Rasa sakit juga dirasakan pada sekitar mata, seperti pelipis atau alis
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Kelopak mata turun

Untuk mencegah diplopia, secara medis tidak ada cara yang dipaparkan secara pasti. Ini juga karena penyebabnya banyak, baik karena kelainan sejak lahir maupun kondisi yang dialami seperti mengalami cedera kepala, mata, dan diabetes.

Artinya, paling mungkin untuk pencegahan diplopia adalah menghindari cedera seperti dengan menjalani safety procedure saat berkendara. Cara lain adalah menjaga kesehatan supaya tidak terkena diabetes maupun stroke.