Bagikan:

YOGYAKARTA - Hipotermia adalah kondisi medis yang terjadi ketika suhu tubuh seseorang turun secara drastis, biasanya akibat paparan suhu dingin ekstrem. Pada kondisi ini, tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada kemampuannya untuk memproduksi panas, yang menyebabkan penurunan suhu tubuh hingga ke tingkat berbahaya.

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah berapa suhu orang hipotermia? Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai suhu tubuh yang menunjukkan tanda-tanda hipotermia, gejalanya, serta langkah-langkah penanganannya.

Apa Itu Hipotermia?

Hipotermia terjadi ketika suhu tubuh seseorang turun di bawah batas normal, yaitu sekitar 35°C (95°F). Normalnya, suhu tubuh manusia berkisar antara 36.5°C hingga 37.5°C. Ketika suhu tubuh turun lebih rendah dari 35°C, tubuh akan kesulitan untuk menjaga fungsi organ vital, yang bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat. Dalam kondisi ekstrem, suhu tubuh bisa turun hingga 28°C atau lebih rendah, yang menyebabkan kegagalan organ dan bahkan kematian.

Berapa Suhu Orang Hipotermia?

Suhu tubuh yang menunjukkan tanda-tanda hipotermia biasanya berada di bawah 35°C. Berikut adalah pembagian tingkat hipotermia berdasarkan suhu tubuh yang terukur:

1. Hipotermia Ringan (Suhu Tubuh 32°C hingga 35°C)

Pada suhu tubuh antara 32°C hingga 35°C, seseorang akan merasakan kedinginan yang ekstrem, menggigil, dan mungkin kesulitan untuk bergerak dengan normal. Meskipun masih bisa berbicara atau berjalan, fungsi tubuh sudah mulai terganggu. Pada titik ini, perawatan medis perlu segera dilakukan.

2. Hipotermia Sedang (Suhu Tubuh 28°C hingga 32°C)

Pada suhu tubuh ini, tubuh mengalami penurunan fungsi yang lebih signifikan. Menggigil akan mulai berhenti, koordinasi motorik terganggu, dan kesulitan berbicara menjadi lebih jelas. Penderita mungkin juga merasa bingung dan kesulitan untuk berpikir jernih. Hipotermia pada tahap ini sudah lebih serius dan memerlukan penanganan segera agar tidak berkembang menjadi lebih parah.

3. Hipotermia Berat (Suhu Tubuh di Bawah 28°C)

Pada suhu tubuh di bawah 28°C, tubuh hampir tidak bisa berfungsi lagi. Fungsi pernapasan dan jantung akan terganggu, dan penderita bisa kehilangan kesadaran. Pada suhu yang lebih rendah dari 20°C, kondisi ini hampir selalu berakibat fatal jika tidak segera mendapatkan pertolongan medis. Penderita akan terlihat sangat lemah, dengan pernapasan yang lambat, denyut jantung yang tak teratur, dan kulit yang tampak pucat atau kebiruan.

Gejala Hipotermia

Tanda-tanda hipotermia tidak selalu langsung terlihat, terutama pada tahap awal. Beberapa gejala yang dapat menunjukkan adanya hipotermia meliputi:

  1. Gigil dan tubuh gemetar: Gigil adalah respon tubuh untuk menghasilkan panas ketika suhu tubuh turun. Namun, saat suhu tubuh semakin rendah, tubuh bisa berhenti menggigil.
  2. Kulit pucat atau kebiruan: Pembuluh darah menyempit, menyebabkan darah mengalir lebih lambat ke kulit dan anggota tubuh ekstrem, membuat kulit terlihat pucat atau kebiruan.
  3. Kehilangan koordinasi dan kebingungan: Penurunan suhu tubuh dapat mempengaruhi otak, membuat penderita bingung atau bahkan tidak bisa mengingat dengan jelas.
  4. Kesulitan bernapas dan berbicara: Suhu tubuh yang sangat rendah dapat mengganggu sistem pernapasan dan menyebabkan kesulitan bernapas. Penderita juga bisa kesulitan untuk berbicara dengan jelas.
  5. Kehilangan kesadaran: Pada tahap hipotermia berat, kesadaran penderita bisa hilang sepenuhnya, dan mereka bisa tampak tidak responsif.

Penanganan Hipotermia

Penanganan hipotermia harus segera dilakukan untuk mencegah kerusakan organ atau kematian. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk membantu seseorang yang mengalami hipotermia:

  1. Pindahkan ke tempat yang lebih hangat: Jika memungkinkan, pindahkan penderita ke tempat yang lebih hangat, jauh dari angin dan hujan. Sebisa mungkin, bawa mereka ke tempat yang terlindung dari cuaca ekstrem.
  2. Bungkus dengan selimut atau pakaian hangat: Pastikan penderita dibungkus dengan selimut tebal atau pakaian hangat untuk menghangatkan tubuh. Gunakan bahan isolasi seperti kantong tidur atau selimut darurat jika tersedia.
  3. Berikan cairan hangat: Jika penderita masih sadar dan bisa menelan, beri mereka cairan hangat seperti air atau teh. Hindari memberi minuman yang mengandung alkohol atau kafein, karena dapat memperburuk kondisi.
  4. Perlahan-lahan hangatkan tubuh: Jika suhu tubuh sangat rendah, penghangatan harus dilakukan secara perlahan dan bertahap. Gunakan kantong air hangat atau alat pemanas tubuh lainnya pada area tubuh seperti leher, ketiak, dan perut. Jangan menghangatkan bagian tubuh yang terlalu cepat karena bisa menyebabkan syok.
  5. Panggil bantuan medis: Pada tahap hipotermia sedang hingga berat, segera hubungi tenaga medis profesional. Penanganan medis yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Pencegahan Hipotermia

Untuk mencegah hipotermia, pastikan Anda selalu mengenakan pakaian yang sesuai dengan cuaca dingin dan selalu memeriksa kondisi cuaca sebelum bepergian di tempat yang berpotensi sangat dingin. Juga, pastikan untuk menghindari paparan udara dingin yang berkepanjangan tanpa perlindungan yang memadai.

Berapa suhu orang hipotermia bisa bervariasi tergantung pada tingkat keparahannya, mulai dari 35°C yang menunjukkan gejala ringan hingga suhu tubuh di bawah 28°C yang sangat berbahaya. Hipotermia merupakan kondisi yang memerlukan perhatian medis segera, terutama ketika suhu tubuh turun jauh di bawah tingkat normal. Pencegahan dan penanganan yang cepat dapat menyelamatkan nyawa dan mengurangi dampak serius dari hipotermia. Selain itu, ketahui juga seperti apa Tanda-tanda Hipotermia pada Bayi yang Harus Dipahami

Jadi setelah mengetahui berapa suhu orang hipotermia, simak berita menarik lainnya di VOI.ID, saatnya merevolusi pemberitaan!