Bagikan:

YOGYAKARTA - Lutut adalah sendi terbesar dan paling kompleks dalam tubuh manusia yang mempunyai fungsi penting dalam pergerakan tubuh. Bagian ini juga berguna untuk menopang berat tubuh seseorang, bahkan bebannya dapat menjadi lebih berat dari tubuh seseorang. Beban yang berlebihan inilah yang berisiko mengundang cedera pada lutut. Selain itu, benturan yang disebabkan kecelakaan ataupun penggunaan lutut secara berlebihan juga akan membuat lutut menjadi cedera.

Cedera pada lutut membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat. Sebab cedera lutut yang dibiarkan tanpa penanganan dapat menyebabkan penderitanya mengalami keterbatasan gerak, bahkan berisiko menimbulkan komplikasi di hari yang lain, termasuk terjadinya osteoarthritis atau pengapuran tulang.

Apa Saja Bagian-Bagian Lutut?

Lutut adalah sebuah sendi yang tersusun dari beberapa komponen, antara lain tulang, tulang rawan (kartilago), otot, ligamen dan tendon. Di bawah ini adalah bagian dari komponen penyusun sendi lutut:

Otot

Otot adalah jaringan lunak yang memiliki fungsi untuk membungkus tulang dan mencegah cedera, terlebih saat terjadi benturan langsung pada tulang serta menjaga lutut tetap stabil. Bagian yang menjalankan hal ini pada sendi lutut yaitu otot quadriceps (otot paha depan) dan otot hamstring (otot paha belakang).

Tulang

Sendi lutut adalah pertemuan dari 3 tulang, antara lain tulang paha (femur), tulang kering (tibia), dan tulang lutut (patella). Meskipun berukuran paling kecil, tulang lutut mempunyai peran untuk melindungi sendi lutut dari beberapa kemungkinan cedera yang dapat terjadi.

Kartilago

  • Kartilago adalah jaringan lunak yang elastis dan memiliki fungsi sebagai bantalan tulang, agar tidak terjadi gesekan ataupun penumbukan antar tulang. Pada sendi lutut, kartilago utamanya meliputi beberapa hal:
  • Meniskus, terletak pada atas tulang tibia dan di antara tulang tibia dengan tulang femur. Bagian ini berguna untuk bantalan yang meredam getaran atau guncangan pada sendi lutut.
  • Artikular, yang letaknya ada pada ujung tulang femur, tulang tibia, dan bagian belakang tulang patella. Keberadaan kartilago ini memungkinkan sendi lutut untuk tetap bergerak tanpa mengalami gesekan satu sama lain.

Ligamen

Ligamen adalah jaringan lunak yang memiliki bentuk seperti pita yang elastis, tetapi sangat kuat, serta menjadi penghubung antar tulang. Ligamen penyusun sendi lutut dibagi menjadi 2 bagian besar, antara lain:

  • Ligamen krusisiat terletak dalam sendi lutut atau di belakang tulang lutut, saling bersilangan atau membentuk huruf ‘X’ yang terdiri dari ligamen lutut anterior (ACL) dan ligamen lutut posterior (PCL)
  • Ligamen kolateral terletak di samping lutut, berupa ligamen kolateral lateral (LCL) dan ligamen kolateral medial (MCL)

Tendon

Bagian ini adalah jaringan penghubung otot dan tulang. Pada sendi lutut terdiri dari 2 tendon utama, antara lain:

  • Tendon patella merupakan penghubung patella dan tibia
  • Tendon quadriceps yang menghubungkan otot paha depan dengan tulang patella

Adanya kelainan pada salah satu bagian dari penyusun sendi lutut dapat menjadi sumber masalah dari cedera lutut. Untuk menjaga aktivitas tetap lancar, cedera lutut harus ditangani sesuai dengan jenisnya dan dilakukan secepat mungkin.

Jenis Cedera Lutut

Beberapa jenis cedera lutut yang paling sering dialami yaitu sebagai berikut:

Cedera ACL

Kondisi ini disebut pula dengan istilah keseleo. Cedera ACL dapat berupa peregangan ataupun robek, hingga patahnya jaringan ikat yang menjadi salah satu komponen sendi lutut ini.

Selain ACL, ketiga ligamen lain penyokong sendi lutut juga berisiko mengalami cedera. Profesi atlet menjadi kelompok yang lebih berisiko mengalami jenis cedera ini, sebab berbagai gerakan yang mereka lakukan dapat menambah beban pada ligamen lutut.

Berdasarkan level keparahannya, cedera ligamen lutut dapat dibagi menjadi 3 derajat. Masing-masing mempunyai gejala dan penanganan yang berbeda.

Bursitis

Di antara sendi lutut terdapat bantalan yang berisi cairan sendi (bursa). Keberadaan bursa memungkinkan pergerakan sendi lutut, khususnya antara tendon dan otot, menjadi lebih leluasa. Peradangan yang terjadi pada bagian ini, yang dikenal dengan istilah bursitis, biasanya disebabkan oleh infeksi.

Dislokasi Tempurung Lutut

Dislokasi tulang patella atau berpindahnya lokasi tempurung lutut dapat terjadi secara sebagian ataupun keseluruhan. Kondisi yang memungkinkan bergesernya posisi tulang lutut yaitu adanya tenaga yang besar pada sendi ini, seperti saat mengalami kecelakaan kendaraan bermotor, jatuh, ataupun cedera olahraga.

Patah Tulang Lutut

Meskipun patah tulang juga dapat terjadi pada tulang femur ataupun tibia, tulang patella lebih rentan mengalami patah tulang. Salah satu jenis cedera lutut ini umumnya terjadi karena adanya cedera, baik disebabkan benturan langsung ke lutut saat mengalami kecelakaan kendaraan bermotor ataupun saat berolahraga.

Kram Otot Lutut

Adanya peregangan yang terlalu lebar atau dalam akan menjadikan otot di sekitar sendi lutut tertarik dan menegang. Cedera lutut ini akan menjadikan penderitanya merasa nyeri dan kesulitan bergerak, yang juga akan menurunkan fungsi serta kelenturan sendi lutut.

Kerusakan Meniskus (Meniscus Tear)

Karena berfungsi sebagai bantalan untuk meredam guncangan pada sendi lutut, bagian ini memang akan mengalami aus seiring dengan pertambahan usia.

Kondisi ini juga biasa dialami oleh mereka yang masih muda dan aktif berolahraga, khususnya mereka yang melakukan gerakan berputar, atau memutar lutut dengan menjadikannya sebagai tumpuan. Gerakan seperti ini sering dilakukan oleh atlet basket saat menjalani gerakan pivot ataupun menerima tackle saat bermain sepak bola.

Demikianlah ulasan mengenai jenis cedera lutut. Semoga informasi ini bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+