BRI Raih Predikat Bank UKM Terbaik Indonesia Versi Asiamoney
Direktur Utama BRI Sunarso (Foto: Dok. BRI)

Bagikan:

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI) baru saja mempertahankan gelar sebagai bank terbaik usaha kecil dan menengah (UKM) terbaik Indonesia 2021 atau Best Bank for SME (small medium enterprise) versi Asiamoney.

Direktur Utama BRI Sunarso menyebut bahwa capaian terbaru ini akan menjadi salah satu pelecut semangat untuk menyukseskan holding ultra mikro yang kini baru saja dirilis perseroan.

“Saat ini dunia internasional telah memahami dan percaya dengan visi maupun strategi BRI yang fokus menggarap segmen UMKM,” ujarnya dalam keterangan pers, dikutip Senin, 4 Oktober.

Menurut Sunarso, apresiasi yang diterima sekaligus batu loncatan untuk menjadi instansi perbankan di kawasan regional.

“Penghargaan ini akan kami jadikan pemacu semangat untuk mencapai visi The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia dan Champion of Financial Inclusion pada 2025 mendatang,” tuturnya.

Adapun, Asiamoney dalam penilaiannya menyebut jika BRI mampu menjaga kinerja di tengah pandemi dan di saat bersamaan menyelamatkan UKM melalui strategi business follow stimulus.

Sebagai contoh, selama pandemi BRI menyalurkan kredit kepada UMKM sebesar Rp45 triliun yang bersumber dari penempatan dana pemerintah, menyalurkan subsidi bunga senilai Rp5,47 triliun dan menyalurkan subsidi upah Rp6,45 triliun.



Kemudian, media Asia-Pasifik itu juga mengungkapkan bahwa BRI berkomitmen untuk terus menciptakan economic value dan social value serta mendorong inklusi dan literasi keuangan. Dikatakan jika upaya tersebut tidak mudah mengingat di Indonesia terdapat lebih dari 270 juta penduduk yang tersebar di lebih dari 17 ribu pulau.

“Perseroan memiliki strategi dalam menjangkau masyarakat yang bertempat tinggal di daerah terpencil serta terluar. Melalui Agen BRILink, BRI memiliki 500.000 agen dengan volume transaksi mencapai Rp843,2 triliun pada sepanjang 2020. Peran BRI dalam mendorong inklusi keuangan juga memberikan dampak terhadap peningkatan literasi keuangan, seiring penyaluran pembiayaan kepada pelaku UMKM,” tulis Asiamoney saat menutup laporannya.