Investor Kawakan Lo Kheng Hong Pernah 'Sabar' saat <i>Nyangkut</i> di Saham BUMI Milik Konglomerat Aburizal Bakrie
Lo Kheng Hong. (Foto: Dok. IDX)

Bagikan:

JAKARTA - Investor kawakan, Lo Kheng Hong menceritakan saat dirinya pernah nyangkut di saham perusahaan tambang PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Ada dua alasan mengapa dirinya bisa bertahan di saham BUMI yang saat itu anjlok.

Lo Kheng Hong menuturkan pernah memegang 1 miliar saham BUMI, di mana saat itu setara dengan 2,7 persen saham beredar perusahaan milik konglomerat Aburizal Bakrie tersebut. Namun sayangnya, saham BUMI anjlok menjadi saham gocapan ke harga Rp50.

Pria yang disebut-sebut sebagai Warren Buffet Indonesia ini mengaku tidak langsung melepas saham BUMI atau cut loss ketika di harganya Rp50. Dia menunggu sampai berhasil melepas saham BUMI di harga Rp500 pada 2017 lalu.

"Saya bisa bertahan karena saya tahu perusahaan yang saya beli itu terlalu murah. Kemudian terjadi mukjizat harga saham di pasar Rp50 dan bisa dikonversikan Rp926 serta harga batu bara naik ke 100 dolar AS," ujar pria yang akrab disapa Pak Lo itu dalam unggahan YouTube Hungry Stock, dikutip Jumat 3 September.

Kata Pak Lo, BUMI memiliki punya cadangan batu bara senilai 3 juta ton dengan asumsi, ketika harga batu bara berada di level 100 dolar AS maka BUMI memiliki kekayaan sebesar 300 miliar dolar AS. Pada saat itu, jumlah saham BUMI yang beredar sekitar 20 miliar, jika dikalikan Rp50 maka nilai sahamnya berada di kisaran 700 juta dolar AS.

[/see_also]

"Tentu saya bisa bertahan, masa saya punya perusahaan yang memiliki cadangan batu baranya 300 miliar dolar AS sedangkan valuasinya di bursa hanya US$700 juta," tuturnya.

Lebih lanjut kata Lo Kheng Hong, adalah sebuah mukjizat alias bantuan dari Tuhan di mana saat BUMI hampir dipailitkan dan masuk dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Itu, kata dia merupakan masa perjuangannya.

"Mukjizat karena harga sahamnya dari Rp50 bisa dikonversikan ke Rp926 dan harga batu bara yang tadinya 50 dolar AS bisa naik ke 100 dolar AS, harga sahamnya kemudian naik ke Rp500 dan saya keluar, uang saya balik,” pungkasnya.