JAKARTA - Toshifumi Suzuki, tokoh yang membawa 7-Eleven ke Jepang dan membesarkan industri toko serba ada modern di pasar Jepang, meninggal dunia pada 18 Mei dalam usia 93 tahun. Kyodo dikutip Senin, 25 Mei, melaporkan Suzuki wafat akibat gagal jantung.
Suzuki merupakan penasihat kehormatan Seven & i Holdings Co. Namanya melekat pada sejarah convenience store di Jepang. Istilah ini merujuk pada toko serba ada yang menjual kebutuhan harian, makanan, minuman, dan layanan praktis lain, biasanya dengan jam operasional panjang.
Suzuki lahir di Prefektur Nagano, Jepang tengah, pada 1 Desember 1932. Setelah lulus dari Chuo University pada 1956, ia bekerja di Tokyo Shuppan Hanbai, distributor buku besar yang kini bernama Tohan Corp.
Pada 1963, Suzuki pindah ke Ito-Yokado Co. Kariernya kemudian menjadi bagian penting dari perubahan wajah ritel Jepang.
BACA JUGA:
Dengan dukungan pendiri grup, Masatoshi Ito, Suzuki membuka gerai 7-Eleven pertama di Jepang pada 1974 di Toyosu, Tokyo. Gerai itu disebut sebagai toko serba ada pertama di Jepang. Pada 1978, ia menjadi Presiden Seven-Eleven Japan Co.
Peran Suzuki makin besar pada 1992. Masatoshi Ito mundur dari kursi Presiden Ito-Yokado untuk bertanggung jawab atas skandal suap. Suzuki kemudian ditunjuk menggantikannya dan memegang kendali grup.
Pada September 2005, Suzuki membentuk Seven & i Holdings dengan menggabungkan Seven-Eleven Japan, Ito-Yokado, dan Denny’s Japan Co. Ia lalu menjabat ketua sekaligus CEO.
Di bawah kepemimpinannya, bisnis grup melebar. Seven & i masuk ke sektor perbankan. Perusahaan itu juga membawa Sogo & Seibu Co., yang saat itu sedang kesulitan, ke bawah payung grup.
Namun akhir karier Suzuki tidak sepenuhnya mulus. Pada 2016, ia mengusulkan pergantian Presiden Seven-Eleven Japan. Usulan itu ditolak Masatoshi Ito, pendiri sekaligus pemegang saham utama. Dewan direksi juga menolak rencana tersebut. Suzuki akhirnya mundur.
Bagi industri ritel, Suzuki dikenal sebagai sosok yang membaca perubahan gaya hidup warga kota yakni belanja cepat, dekat, dan praktis. Model itu membuat 7-Eleven berkembang kuat di Jepang dan menjadi salah satu jaringan toko serba ada paling sukses di dunia.
Suzuki juga pernah menjabat Wakil Ketua Japan Business Federation atau Keidanren, organisasi bisnis besar di Jepang, serta Ketua Chuo University.