JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis, 18 Desember 2025 diprediksi akan bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Untuk diketahui mengutip Bloomberg, pada hari Rabu, 17 Desember, Kurs rupiah spot ditutup turun 0,02 persen ke level Rp16.694 per dolar AS. Sementara itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ditutup melemah 0,03 persen di level harga Rp16.698 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi, menyampaikan bahwa beragam data ekonomi Amerika Serikat, khususnya laporan penggajian non-pertanian serta tingkat pengangguran yang berada di level tertinggi dalam empat tahun terakhir, telah menimbulkan kekhawatiran terhadap prospek perekonomian AS.
Ibrahim menyampaikan indikasi perlambatan ekonomi Negeri Paman Sam semakin terlihat dari data indeks manajer pembelian (PMI) bulan Desember yang lebih rendah dari proyeksi.
Selain itu, ia menambahkan data penjualan ritel bulan Oktober yang dirilis tertunda juga mencerminkan laju pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan bulan sebelumnya
"Data yang lemah ini muncul di tengah kekhawatiran yang masih ada mengenai tingkat likuiditas di pasar AS, terutama setelah Federal Reserve melanjutkan aktivitas pembelian obligasi pemerintah, yang disebut pelonggaran kuantitatif, pada bulan Desember," ucapnya dalam keterangannya, dikutip Kamis, 18 Desember.
Di sisi lain, ia menambahkan perhatian pelaku pasar kini tertuju pada rilis data inflasi indeks harga konsumen (CPI) yang dijadwalkan keluar pada Kamis.
Menurutnya data tersebut akan dicermati untuk melihat indikasi penurunan tekanan inflasi sekaligus memberikan gambaran lanjutan mengenai kondisi ekonomi terbesar di dunia.
Dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di level 4,75 persen pada Desember 2025.
Sementara itu, suku bunga deposit facility tetap berada di 3,75 persen dan lending facility di level 5,5 persen.
Keputusan tersebut sejalan dengan proyeksi inflasi 2025–2026 yang masih terjaga dalam kisaran target 2,5 persen plus minus 1 persen, serta sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Ibrahim menilai Bank Indonesia perlu tetap mempertahankan suku bunga kebijakan di level 4,75 persen pada RDG terakhir 2025, sembari bersikap waspada dan siap mengambil langkah antisipatif guna menjaga stabilitas rupiah.
SEE ALSO:
Menurutnya pertimbangan ini didukung oleh perlambatan inflasi tahunan dari 2,86 persen menjadi 2,72 persen pada November 2025, meski masih berada di kisaran atas target BI sebesar 1,5–3,5 persen.
Ia menambahkan penurunan Fed Funds Rate oleh The Fed yang dikombinasikan dengan kebijakan BI mempertahankan suku bunga telah mendorong masuknya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik.
Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 18 Desember 2025 dalam rentang harga Rp16.690 - Rp16.720 per dolar AS.