Bagikan:

JAKARTA - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) Tbk turut andil dalam acara yang digelar Perkumpulan Ahli Anatomi Indonesia (PAAI), yakni simposium yang menghadirkan pakar kesehatan dalam Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN) di Surakarta, Jawa Tengah, pada 2-3 Oktober 2025.

Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C) Irwan Hidayat mendapat kesempatan memberikan materi terkait herbal medicine di hadapan peserta dari berbagai daerah tersebut. Irwan dalam pemaparannya menyinggung para dokter yang berbondong-bondong untuk menjadi spesialis.

Menurut Irwan, peran dokter juga dibutuhkan dalam pengembangan herbal di Tanah Air, sehingga tidak melulu harus menjadi dokter spesialis. Hal ini sebagai upaya dalam mendorong peran dokter guna mewujudkan kemandirian obat dan mengurangi impor obat. Sido Muncul selama ini menggandeng dokter sebagai partner untuk menghasilkan produk berkualitas dan upaya mendorong kemandirian obat herbal.

Irwan menyebut, menjadi dokter umum tidak kalah baiknya dengan dokter spesialis. Dia mengatakan bahwa dokter merupakan benteng keluarga dalam menjaga kesehatan.

"Saya membangun kerja sama dengan dokter-dokter karena obat-obat alam ini nanti bisa dimanfaatkan kalau ada pengobatan dan lewat dokter-dokter yang ada," kata Irwan.

Kemudian, Sido Muncul selama ini telah menghadirkan produk tunggal dan berstandar dan produk dengan uji toksisitas.

"Saya berharap pemerintah itu melakukan uji toksisitas setiap tahun misalnya 50 karena kita cuma punya 350 macam bahan jamu yang boleh dipakai. Kalau pemerintah melakukan uji toksisitas 50 dalam 10 tahun kita bisa tambah 500," katanya.

Irwan menyebut bahwa Indonesia memiliki 28 ribu kekayaan hayati yang berpotensi dapat dimanfaatkan menjadi obat herbal. Selanjutnya, Sido Muncul juga berencana menerbitkan buku berisi informasi mendetail mengenai bahan produk mereka sehingga bisa diakses secara luas dan menjadi pedoman tenaga medis.