JAKARTA - Putri Wales atau Kate Middleton, kembali menjalani agenda luar negeri untuk pertama kalinya sejak mengumumkan diagnosis kanker pada 2024. Putri Wales itu tiba di Italia pada 13 Mei untuk kunjungan dua hari.
Mengutip laporan People, Rabu, 13 Mei, kunjungan solo ini disebut ajudan kerajaan sebagai langkah penting dalam perjalanan pemulihan Kate. Agendanya berfokus pada isu yang lama ia dorong: pendidikan dan pengasuhan anak usia dini.
“Kunjungan ini merupakan langkah penting dalam perjalanan pemulihan sang putri. Ia mendapatkan banyak kebahagiaan dari pekerjaan ini,” kata seorang ajudan Kerajaan dikutip People.
Kate, 44 tahun, akan mengunjungi Reggio Emilia, kota di Italia utara yang dikenal sebagai pelopor pendekatan baru dalam pendidikan dan pengasuhan anak.
Melalui kunjungan ini, Kate ingin mempelajari model pendidikan anak usia dini dan mendorong isu tersebut menjadi percakapan global. Timnya menyebut perjalanan ini sebagai awal dari kunjungan serupa ke negara lain.
“Ia ingin melihat model lain di seluruh dunia dan benar-benar menciptakan percakapan global,” kata seorang ajudan.
BACA JUGA:
Kate mengumumkan diagnosis kankernya pada Maret 2024. Ia banyak mengurangi aktivitas publik selama masa perawatan dan pemulihan. Pada awal 2025, ia menyatakan dirinya dalam remisi, yakni kondisi ketika tanda penyakit berkurang atau tidak terdeteksi. Namun, Kate mengakui fase setelah perawatan juga berat.
“Perawatan selesai, lalu rasanya, ‘Saya bisa lanjut, kembali normal,’ tetapi sebenarnya fase setelahnya sangat, sangat sulit,” kata Kate saat kunjungan ke rumah sakit pada Juli 2025.
Perjalanan ke Italia ini melanjutkan kerja Centre for Early Childhood dan kampanye Shaping Us di Inggris. Program itu mendorong perhatian lebih besar pada lima tahun pertama kehidupan anak, termasuk hubungan keluarga, lingkungan tumbuh, dan dukungan bagi orang tua serta pengasuh.
Juru bicara Istana Kensington mengatakan Kate selama lebih dari satu dekade menempatkan anak usia dini sebagai pusat pekerjaannya. Menurut pihak istana, masa awal kehidupan berpengaruh besar terhadap kesejahteraan jangka panjang dan kondisi sosial yang lebih luas.
Christian Guy, Direktur Centre for Early Childhood, mengatakan Kate ingin mengubah cara masyarakat mendukung bayi, anak-anak, dan orang-orang yang membesarkan mereka.
Kate juga punya hubungan pribadi dengan Italia. Ia pernah belajar di Florence sebelum masuk University of St. Andrews, tempat ia bertemu Pangeran William dan mempelajari sejarah seni.
Seorang ajudan mengatakan Kate sudah banyak berbicara dengan Pangeran William dan anak-anak mereka tentang perjalanan ini. Keluarganya disebut menunggu cerita Kate saat ia kembali ke Inggris.