Bagikan:

JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memproyeksikan, pertumbuhan penjualan industri ritel bisa hingga dua kali lipat menjelang momen ramadan dan Idulfitri 2025.

Ketua Umum Aprindo Solihin menjelaskan, tren pertumbuhan penjualan selama momentum Ramadan dan Idulfitri umumnya mencapai dua kali lipat dibandingkan bulan-bulan biasa.

"Yang jelas itu kontribusinya bisa di atas 16-20 persen. Ini momentum para (pengusaha) ritel mencari omset sebesar-besarnya," ujar Solihin saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin, 24 Februari.

Solihin menambahkan, Lebaran dan Idulfitri telah menjadi momentum tahunan bagi pelaku usaha. Untuk itu, para pelaku usaha biasanya telah melakukan persiapan dan proyeksi terkait penyediaan stok barang.

Dia pun memastikan, berbagai kebutuhan seperti consumer goods dan kebutuhan pokok lainnya tersedia dan mencukupi.

Selain itu, dalam waktu berdekatan ini para pelaku usaha biasanya juga telah mengantisipasi potensi hambatan jalur distribusi untuk memastikan ketersediaan pasokan.

Seperti diketahui, selama momen mudik Idulfitri, pemerintah biasanya memberlakukan larangan melintas di sejumlah ruas utama untuk kendaraan-kendaraan angkutan bertonase besar.

"Kami peritel dengan produsen sudah bikin forecast nih, estimasi. Dikirim pada minggu keberapa. Jadi, pada saat pembatasan seharusnya kami sudah nggak perlu lagi (kendaraan) yang gede-gede," tuturnya.

Lebih lanjut, kata Solihin, pihaknya juga optimistis pada tahun ini industri ritel dapat membukukan capaian kinerja positif.

"Kami pengen, sih, kalau bisa (pertumbuhan industri ritel) minimal 8 persen sampai 10 persen," pungkasnya.