Bagikan:

JAKARTA - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) melalui anak usahanya PT PP Sinergi Banjaratma, selaku pengelola Rest Area Heritage KM 260B Banjaratma mengoptimalkan layanan jelang momen mudik Lebaran 2025.

Direktur Utama PT PP Sinergi Banjaratma, Dina Yunanda mengatakan, pihaknya selalu melakukan evaluasi terhadap seluruh fasilitas di Rest Area heritage KM 260B Banjaratma, Brebes, Jawa Tengah (Jateng).

"Seperti, tempat parkir, CCTV yang bisa termonitor, komunikasi dengan menggunakan handy talky (HT), security dan cleaning services," ujar Dina di Brebes, Kamis 20 Februari.

Sedangkan cleaning service, jelas Dina, bertugas untuk menginformasikan fasilitas toilet yang bisa digunakan pengunjung agar tidak terjadi antrean yang panjang selama arus mudik dan balik lebaran.

"Untuk air sudah disiapkan. Kami pernah kekurangan air sampai kami beli ke PDAM sehari 5 truk. Sehingga hal ini kami evaluasi," kata dia.

Selain itu, tambah Dina, Rest Area heritage KM 260B Banjaratma juga memiliki fasilitas hotel dari Swiss-Belhotel dengan jumlah 24 kamar dan dilengkapi ruangan pertemuan sehingga bisa digunakan untuk tempat kumpul para rombongan.

"Juga coworking space bisa dipakai," imbuhnya.

Diketahui, Rest Area heritage KM 260B Banjaratma terdapat 200 booth UMKM. Terdiri dari kuliner nusantara, oleh-oleh, kerajinan tangan, gerabah, lukisan, baju batik, dan beberapa wahana permainan anak.

Selama periode mudik hari raya Idulfitri 2024 lalu, total kendaraan pemudik masuk Rest Area Heritage KM 260B Banjaratma tercatat 72.277 unit, terhitung sejak 5-14 April 2024.

Selama Tahun 2024, lanjut Dina, Rest Area Heritage KM 260 B berhasil membukukan pertumbuhan bisnis sebesar 14 persen dibandingkan tahun 2023.

"Pencapaian ini tumbuh tiga kali lipat dari Rencana Kerja Anggaran (RKA) yang tahun sebelumnya merugi hingga mampu meraup laba pada tahun ini," jelas dia.

Sekretaris Perusahaan (Sekper) PT PP, Joko Raharjo menilai, kontribusi pendapatan berulang atau recuring income di Rest Area KM 260B Banjaratma masih kecil.

Namun, perseroan mendukung bisnis yang dilakukan anak usahanya, terlebih kontribusinya terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) cukup besar.

”Menghadapi kondisi yang menantang tahun ini, perseroan akan fokus pada bisnis utama di bidang infrastruktur,” ujar Joko.