Bagikan:

LJAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat transformasi layanan penyeberangan nasional melalui kolaborasi strategis bersama pemerintah. Komitmen tersebut ditegaskan dalam audiensi jajaran Direksi ASDP dengan Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi di Jakarta, yang membahas penguatan layanan operasional, kesiapan infrastruktur, hingga optimalisasi konektivitas logistik nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Perhubungan memberikan apresiasi atas kinerja ASDP selama penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 yang dinilai berjalan baik, khususnya pada lintasan utama Merak–Bakauheni.

"Pengelolaan arus kendaraan dan penumpang yang semakin tertata, penguatan koordinasi lintas stakeholder, serta optimalisasi layanan dinilai berhasil menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Jumat, 8 Mei.

Sepanjang periode mudik H-8 hingga H+8 pukul 06.00 WIB, total penumpang pada 15 lintasan pantauan nasional mencapai 4,72 juta orang atau meningkat 6,6 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, jumlah kendaraan yang menyeberang tercatat sebanyak 1,21 juta unit, naik 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat yang diimbangi dengan pengelolaan layanan penyeberangan yang optimal selama Angkutan Lebaran 2026.

Meski demikian, pemerintah juga mencermati perlunya penguatan layanan pada sejumlah lintasan strategis lain seperti Ketapang–Gilimanuk yang masih menghadapi tantangan kepadatan logistik dan kondisi akses jalan.

Untuk itu, Kementerian Perhubungan bersama ASDP akan terus memperkuat langkah antisipatif melalui optimalisasi pola operasi kapal, pemanfaatan pelabuhan penyangga, hingga pengembangan skema layanan yang lebih adaptif.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menyampaikan bahwa apresiasi pemerintah menjadi motivasi bagi perseroan untuk terus melakukan pembenahan layanan secara berkelanjutan.

“ASDP menyampaikan terima kasih atas dukungan dan apresiasi dari Bapak Menhub terhadap pelayanan Angkutan Lebaran yang telah berjalan baik. Evaluasi dan arahan yang diberikan menjadi pijakan penting bagi ASDP untuk terus memperkuat kualitas layanan penyeberangan nasional,” ujar Heru.

Menurutnya, pola operasi yang berhasil diterapkan di lintasan Merak–Bakauheni akan menjadi referensi dalam penguatan layanan di lintasan strategis lainnya, sehingga tercipta sistem operasional yang semakin efektif, efisien, dan terintegrasi.

Selain membahas layanan penumpang, audiensi juga menyoroti penguatan konektivitas logistik nasional melalui pengembangan layanan long distance ferry (LDF). Sejumlah rute potensial, termasuk Makassar–Semarang dan Panjang–Jakarta, mendapat dukungan pemerintah untuk ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi distribusi barang antarwilayah.

Kebutuhan Pengguna Jasa

Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan, transformasi layanan yang dijalankan ASDP tidak hanya berfokus pada kelancaran operasional, tetapi juga membangun sistem transportasi penyeberangan yang semakin modern dan berbasis kebutuhan pengguna jasa.

“ASDP terus memperkuat digitalisasi layanan, pengaturan arus kendaraan, serta kesiapan operasional secara menyeluruh agar masyarakat memperoleh pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan semakin seamless,” tutur Windy.

Ke depan, ASDP bersama Kementerian Perhubungan berkomitmen terus memperkuat layanan penyeberangan nasional sebagai tulang punggung konektivitas antarwilayah dan distribusi logistik nasional.