Tsamara: Media Center Indonesia Maju Akan Luruskan Hoaks terkait Pemerintah, Bukan Capres
Pegiat Sosial dan Staf Ahli Menteri BUMN Tsamara Amany. (Foto: Dok. Antara)

Bagikan:

JAKARTA - Media Center Indonesia Maju telah diresmikan kemarin, Senin 4 Desember. Entitas ini dibentuk dengan tujuan utama untuk menjawab berbagai macam isu.

Media Center Indonesia Maju juga dapat menjawab tuduhan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah.

"Oleh karena itu, namanya sesuai dengan nama Kabinet: Indonesia Maju. Ini penting agar tidak terjadi informasi yang simpang siur dan hoax terkait kebijakan pemerintah," tutur Pegiat Sosial dan Staf Ahli Menteri BUMN Tsamara Amany di Jakarta, Selasa 5 Desember.

Menurut Tsamara, Media Center Indonesia Maju murni berbicara terkait kebijakan pemerintah. Media Center ini akan menjadi ruang untuk para juru bicara dari berbagai Kementerian/Lembaga agar menyampaikan informasi terkait kebijakan pemerintah.

"Karena memang ini fokusnya soal pemerintahan, tidak ada korelasi dengan politik praktis," paparnya.

Tsamara menyebutkan, Media Center Indonesia Maju akan bisa menyampaikan informasi terkait berbagai macam isu. Isu itu bisa tentang Hilirisasi, IKN, dividen BUMN, realisasi investasi, kebijakan Polhukam, ketenagakerjaan, dan masih banyak lagi.

"Maka itu media center ini jadi ruang terbuka untuk seluruh unsur pemerintahan berbicara," katanya.

"Begitulah sedikit informasi terkait Media Center Indonesia Maju. Sekali lagi, kami sudah menegaskan ini adalah ruang non-partisan, dan mohon tidak usah digoreng-goreng atau dikait-kaitkan urusan politik pilpres," imbuh dia.

Seperti diketahui, pada saat Media Center Indonesia Maju diresmikan, hadir juga Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Mengutip pernyataan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Ad-Interim Erick Thohir, Tsamara menegaskan pentingnya menjaga tahun politik tetap "adem".

"Seperti kata Pak Erick Thohir, seramai apa pun situasinya, kita harus tetap fokus kerja untuk masyarakat Indonesia," ujarnya.