Revisi POD Sudah Disetujui Menteri ESDM, Dirjen Migas Minta Masela Mulai Dibor Tahun Depan
Foto: Dok. Antara

Bagikan:

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif diketahui telah menyetujui revisi rencana pengembangan atau Plan of Development (PoD) Proyek LNG Abadi Blok Masela pada akhir November yang lalu.

Terkait hal ini, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Tutuka Ariadji, meminta Inpex, Pertamina dan Petronas untuk segera melakukan pengeboran pada tahun 2024.

"Langsung dilakukan planning untuk dilakukan pengeboran. Langsung program di POD itu secepat mungkin. Kan tinggal dilakukan pengeboran kan sudah ada modelnya," uijar Tutuka kepada media yang dikutip Senin 4 Desember.

Tutuka menambahkan, rencana pengeboran dilakukan bersamaan dengan keputusan final atas investasi ketiga partner tersebut atau Final Investment Decision (FID).

"Tahun depan itu targetnya persiapan untuk pengeboran sama FID bareng. FID nya sudah dikerjakan tinggal minta percepatan," imbuh Tutuka.

Menurut Tutuka, pengeboran tersebut dilakukan untuk menentukan lokasi dan fasilitas pengembangan Blok Masela.

"Persiapan-persiapan itu yang paling utama adalah untuk menentukan fasilitasnya bagaimana, terus kemudian kalau mau dibor lagi di mana lagi dan sebagainya," tambah Tutuka.

Selain pengeboran, Tutuka menyebut dalam revisi POD tersebut juga tercantum akan ada fasilitas Carbon Capture Utilization and Storage (CCS/CCUS).

"Nanti ada planning untuk gas nya itu dibawa ke pengolahannya kan di darat terus nanti CO2-nya yang keluar dimasukan lagi ke dalam balik lagi ada pipa lagi ke situ. CCS-nya kemana. Itu salah satu utama juga CCUS ke mana," pungkas Tutuka.

Sebelumnya pada Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyebut revisi PoD I Blok Masela telah disetujui menteri ESDM.

"Revisi POD I sudah disetujui Menteri ESDM pada 28 November 2023," kata Dwi.

Adapun revisi atas POD ini dilakukan karena akan ada penambahan fasilitas penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS/CCUS) serta evaluasi penambahan investasi.