Sri Mulyani Ajukan Tambahan PMN Rp15,5 Triliun ke DPR untuk Garuda, HK dan Bank Tanah
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Dok. Antara)

Bagikan:

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengajukan usulan kepada Komisi XI DPR untuk memberikan tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) tunai Rp15,5 triliun dalam cadangan pembiayaan Anggaran Pendapatan Belanja (APBN) 2022.

Menurut Menkeu, bujet tersebut rencananya bakal disuntikan kepada tiga BUMN, yaitu Garuda Indonesia sebesar Rp7,5 triliun, Hutama Karya (HK) Rp7,5 triliun, dan Bank Tanah sebesar Rp500 miliar.

“Untuk Garuda akan digunakan memenuhi kebutuhan maintenance, restorasi, maintenance reserve, dan modal kerja garuda,” ujarnya dikutip Jumat, 23 September.

Menkeu menambahkan, PMN ini diberikan melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dan diberikan sesudah terjadi kesepakatan perdamaian dengan kreditur yang telah disahkan melalui putusan homologasi.

“Jadi PMN masuk sesudah balanced neracanya Garuda relatif sudah lebih manageable, dan negosiasi dengan kreditur sudah dilakukan dan sudah disahkan dalam putusan pengadilan homologasi,” tuturnya.

Selain PMN tunai, juga terdapat PMN nontunai atau PMN Barang Milik Negara (BMN) baik berupa tanah maupun dalam bentuk aset lainnya yang diatur dalam pasal 46 Undang-undang (UU) Nomor 1 tahun 2004 tentang perbendaharaan negara.

Kemudian, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 tahun 2020, serta Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 111/PMK.06/2016.

“Untuk nontunai, BUMN yang juga mendapatkan adalah Bio Farma, Hutama Karya, AirNav Indonesia, PPD, Varuna Tirta Prakasya, PT ASDP Indonesia Ferry, Pertamina, dan PT Sejahtera Eka Graha,” kata dia.

Kemudian, Menkeu juga menyebut jika biofarma mendapatkan berupa peralatan dan bangunan eks fasilitas flu burung yang akan dimanfaatkan untuk fasilitas produksi vaksin dan alat diagnostik penyakit.

“Untuk Sejahtera Eka Graha mendapatkan Rp558,617 miliar ini adalah mendapatkan tanah aset properti eks BPPN untuk ditingkatkan value dari aset tersebut, dan untuk menciptakan multiplier effect terhadap perekonomian Bogor dan pengembangan kawasan Danau Bogor Raya,” tutup Menkeu Sri Mulyani