Bagikan:

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk Hadjar Seti Adji Jadi Direktur Human Capital dan Pengembangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA.

Hadjar menggantikan direktur sebelumnya yang mendapatkan penugasan di perusahaan pelat merah yang lain.

Pengangkatan Hadjar Seti Adji ini disetujui dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) WIKA yang dilakukan hari ini, Jumat, 5 Agustus 2022.

“Kehadiran Hadjar Seti Adji menjadi bentuk penyegaran untuk tetap menjaga performa perseroan dalam rangka menjawab kepercayaan dari pemegang saham dan publik,” ujar Direktur Utama Agung Budi Waskito, dalam keterangan resmi, Jumat, 5 Agustus.

Dengan demikian Pengurus Perseroan menjadi sebagai berikut:

Direktur Utama: Agung Budi Waskito

Direktur Operasi I: Hananto Aji

Direktur Operasi II: Harum Akhmad Zuhdi Direktur Operasi III: Rudy Hartono

Direktur Human Capital dan Pengembangan: Hadjar Seti Adji

Direktur QHSE:Ayu Widya Kiswari

Direktur Keuangan:Adityo Kusumo

Kontrak Baru WIKA Capai Rp13,8 Triliun

Agung mengatakan dari sisi kinerja, WIKA telah meraih kotak baru sebesar Rp13,8 triliun per Juni 2022 atau naik 31,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Perolehan tersebut disumbangkan sebagian besar oleh sektor infrastruktur dan bangunan gedung, disusul oleh industri penunjang konstruksi, energi dan industrial plant, serta realty dan property,” ujar Agung.

Dalam deretan kontrak baru yang diraih perseroan, kata Agung, terdapat proyek Preservasi Jalan dan Jembatan di Bali yang dipercayakan oleh Kementerian PUPR. Proyek ini berfungsi sebagai infrastruktur pendukung perhelatan G20 pada Oktober 2022 mendatang.

Lebih lanjut, Agung mengatakan bahwa proyek Preservasi Jalan dan Jembatan di Bali menjadi bentuk kepercayaan Pemerintah melalui Kementerian PUPR pada WIKA dalam mengerjakan infrastruktur yang akan dilewati oleh para kepala negara pada event berkelas dunia.

Selain Preservasi Jalan dan Jembatan di Bali, WIKA juga tengah mengerjakan sejumlah proyek pendukung G20 di antaranya pembangunan jalan dan jembatan Labuan Bajo-Tana Mori juga melakukan revitalisasi ruangan VVIP pada Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta dan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai di Bali.

“Berbagai proyek yang telah diraih akan menjadi modal untuk keberlangsungan usaha perseroan ke depan,” katanya.

Sementara itu, selaras dengan model bisnis Perseroan, pada Kuartal II ini Perseroan telah berhasil melakukan divestasi terhadap dua entitas asosiasinya, yaitu PT Jasamarga Kunciran Cengkareng dan PT Prima Terminal Petikemas.

Agung juga menjelaskan, langkah tersebut sebagai bentuk capital recycling yang dapat membuat ruang lebih bagi perseroan dalam pemenuhan investasi mendatang.

“Sekaligus menambah kas perseroan sebagai modal kerja yang baru sehingga dapat lebih fokus pada core business-nya,” ucapnya.