Rekor Surplus Belum Putus, Neraca Perdagangan Capai 15,5 Miliar Dolar AS di Kuartal II
Ilustrasi (Foto: Dok. Kemenkeu)

Bagikan:

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa neraca perdagangan indonesia pada triwulan II 2022 tercatat sebesar 15,5 miliar dolar AS.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan bahwa jumlah tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan bukuan triwulan I 2022 yang sebesar 9,3 miliar dolar AS.

“Neraca perdagangan di akhir triwulan II mengalami peningkatan sebesar 148 persen secara year on year (yoy) jika dibandingkan dengan triwulan II 2021 yang sebesar 6,2 miliar dolar AS,” ujarnya secara daring saat menggelar konferensi pers pada Jumat, 5 Agustus.

Menurut Margo, apabila dibandingkan dengan kuartal I 2022 (quartal to quartal/qtq) maka terjadi pertumbuhan sebesar 67,8 persen yang kala itu surplus senilai 9,3 triliun.

“Kenaikan ekspor ke mitra dagang masih menunjukan sinyal positif dan Indonesia mendapatkan windfall dari sini. Tekanan globa juga memberikan dampak bagus kepada kinerja ekspor kita dan membuat neraca perdagangan menjadi surplus di triwulan kedua tahun ini,” tuturnya.

Redaksi mencatat, surplus neraca perdagangan yang ditorehkan RI telah berlangsung sejak Mei 2020 atau sekitar 26 berturut-turut hingga saat ini.

Dalam kesempatan tersebut Margo mengungkapkan pula jika laju pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2022 adalah sebesar 5,44 persen yoy. Raihan ini jauh lebih baik dibanding prediksi pemerintah bersama BI yang ada di kisaran 5 persen.

Adapun, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2022 adalah sebesar 5,01 persen. Sementara wilayah yang menjadi penyokong utama masih didominasi oleh Pulau Jawa dengan kontribusi 56,5 persen secara nasional.

Diikuti berturut turut Sumatera (22 persen), Kalimantan (9 persen), Sulawesi (7,1 persen), Bali dan Nusa Tenggara sebesar (2,7 persen), serta Maluku dan Papua (2,5 persen).