Investor Kawakan Lo Kheng Hong Blak-blakan di Depan Konglomerat Hermanto Tanoko: Menjual Saham <i>Wonderful Company</i> untuk Beli Kripto, Itu Tragedi!
Lo Kheng Hong. (Foto: Dok. ardiarmandanu.com)

Bagikan:

JAKARTA - Investor kawakan Lo Kheng Hong memberikan tanggapannya terkait ada pihak yang menjual saham wonderful company kemudian membeli crypto. Ini menurutnya, bisa dikatakan sebagai tragedi.
 
Pria yang disebut sebagai Warren Buffet Indonesia ini mengatakan hal tersebut di acara podcast bos cat Avian, konglomerat Hermanto Tanoko
 
"Kalo pandangan Pak Lo mengenai forex atau yang belakangan ini sangat ramai seperti crypto kan banyak berbondong-bondong akhirnya ikut-ikutan juga sahamnya dilepas karena sudah mengalami kerugian dibelikan crypto ada yang yang bermain forex akhirnya. Menurut Pak Lo gimana itu?” tanya Hermanto Tanoko kepada Lo Kheng Hong dikutip, Jumat 8 Juli.
 
"Kalau saham-saham dia yang bagus, wonderful company, dia beliin crypto tentu itu juga tragedi buat dia juga. Sahamnya naik crypto-nya turun nanti," jawab Lo Kheng Hong.
 
Pria yang akrab disapa Pak Lo ini menuturkan, seumur hidupnya juga tak pernah melakukan trading forex. Tetapi, dia melihat teman-temannya tak ada yang untung saat main forex.
 
"Bahkan yang jadi miskin banyak, yang untung saya blm pernah ketemu," ujar Pak Lo.
 
[/see_also]
 
- https://voi.id/ekonomi/174027/uang-investor-kawakan-lo-kheng-hong-pernah-hilang-90-persen-saat-berinvestasi-di-saham-tapi-saya-masih-kaya-dengan-10-persen-sisanya
 
- https://voi.id/ekonomi/172189/investor-kawakan-lo-kheng-hong-tak-percaya-kalau-harga-saham-perusahaan-bagus-tidak-akan-naik
 
- https://voi.id/ekonomi/169578/investor-kawakan-lo-kheng-hong-sebut-saham-adalah-pilihan-investasi-terbaik-tapi-hal-ini-belum-dipercaya-sebagian-besar-masyarakat-indonesia
 
[/see_also]
 
"Juga saya tidak berinveatasi di cryptocurrency karena kalau saya beli saham misalnya saya beli saham CLEO, dia ada pabrik air mineralnya ada perusahaannya. Kalau saya beli crypto apa underlying asetnya pak?" imbuh Lo Kheng Hong.
 
Menurut pria yang sudah berinvestasi di saham sejak 1989 ini, investasi di crypto adalah high risk high gain. Berlawanan dengan prinsip yang dianutnya, yakni low risk high gain.
 
"Buat apa saya masuk di crypto yang high risk high gain, lebih baik saya beli saham yang low risk high gain. Dan di kepala saya juga sudah tertera ya apa yang saya yakini itu saham is the best choice, not cryptocurrency," jelasnya.