Bagikan:

JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar I Gede Sumarjaya “Demer” Linggih memberikan perhatian khusus atas kinerja Menteri Perdagangan M. Lutfi yang dianggap tidak maksimal dalam menangani fluktuasi harga minyak goreng.

Menurut Demer, seluruh unsur di Kemendag perlu meningkatkan pengawasan dan melakukan operasi pasar agar program harga minyak goreng yang terjangkau bagi masyarakat dapat terlaksana dengan baik.

Demer juga meminta agar Kemendag melakukan upaya-upaya untuk mencegah penimbunan komoditas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, serta mengawasi rantai pasokan minyak goreng di sejumlah daerah.

“Mendag harus bisa memastikan ketersediaan minyak goreng di pasaran,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin, 7 Februari.

Menurut dia, Mendag Lutfi harus mampu mengawal dan melaksanakan Peraturan Harga Eceran Tertinggi (HET) dengan maksimal Rp14.000 perliter.

“Ini yang harus benar-benar dikerjakan oleh Mendag Lutfi secara maksimal. Ini untuk kepentingan rakyat,” tuturnya.

Selain mengawal pelaksanaan HET, Kemendag juga harus bisa melaksanakan program-program domestic market obligation dan domestic price obligation dalam rangka menjaga stabilitas harga minyak goreng terlaksana dengan baik . katanya, selain mahal, juga ketersedian minyak goreng semakin minim, bahkan langka di sejumlah daerah.

Kondisi itu akhirnya membuat minyak goreng kembali menjadi langka, karena di tengah masyarakat mulai muncul panic buying.

“Wajar mereka ketakutan minyak goreng semakin mahal dan semakin susah didapatkan, karena ini salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Terlebih bagi pelaku UMKM yang tentunya sangat dirugikan karena mahal dan langkanya minyak goreng ini,” terang dia.

Demer sangat menyayangkan masalah harga minyak goreng yang terus berlanjut dan semakin sulit dikendalikan, karena lambatnya Mendag menangani masalah ini.

“Seandainya, Mendag bisa lebih cepat tanggap dalam mengatasi permasalahan ini sejak awal, saya kira masalah ini bisa lebih cepat selesai dan tak perlu menyengsarakan rakyat lebih lama,” tegasnya.

Demer juga tak menampik jika muncul adanya dugaan penghilangan barang saat pemerintah mulai melakukan operasi pasar besar-besaran. Ia menduga hal itu dilakukan oleh pihak-pihak tertentu. Oleh karena itu dia meminta Mendag untuk memberantas kartel-kartel minyak goreng yang menyengsarakan rakyat.

“Sudah saatnya kartel minyak goreng ini diberantas,” tambah Demer.

Jika masalah ini berlarut-larut, Demer memperkirakan kondisi ini akan dapat mempengaruhi upaya pemulihan ekonomi yang sudah sangat baik dilakukan oleh pemerintah selama masa pandemi.