Bagikan:

JAKARTA - PT Cisarua Mountain Dairy atau dikenal dengan Cimory bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) malalui skema Initial Public Offering (IPO). Produsen susu milik konglomerat Bambang Sutantio ini sudah mengumumkan harga penawaran senilai Rp3.080 dalam aksinya tersebut dan berpotensi meraup dana Rp3,66 triliun.

Dalam prospektus yang diterbitkan di salah satu harian nasional, produsen susu premium ini bakal melantai denhgan kode saham CMRY. Mereka melepas 1.190.203.000 (dibulatkan 1,19 miliar) saham dengan nominal Rp10, yang mewakili 15 persen dari modal disetor dan ditempatkan perseroan setelah IPO.

"Harga penawaran yang ditawarkan pada penawaran umum perdana saham Rp3.080 setiap saham," tulis manajemen Cimory, dikutip Senin 29 November.

Melantai di bursa saham, adalah salah satu mimpi sang pendiri, konglomerat Bambang Sutantio. Ia pernah menyatakan hal itu di laman resmi cimory.com.

"Menjadi perusahaan publik, memproduksi dan mendistribusikan makanan dan minuman berbasis protein untuk seluruh masyarakat Indonesia," tulis Bambang, dikutip VOI, Selasa 30 November.

Mimpi besar Bambang Sutantio tersebut, sejalan dengan semakin berkembangnya Cimory menjadi produk yang dikenal hampir seluruh lapisan masyarakat. Yogurt dan susu kemasan berbagai rasa dari Cimory memang dengan mudah bisa ditemui di pasaran.

Namun perjalanan Bambang membesarkan Cimory butuh waktu yang panjang. Ia memulai bisnis susu segar dan yogurt sejak 1992 atau hampir 30 tahun lalu.

Mulanya, dua produk tersebut dijual Bambang di garasi rumah dan restoran milik keluarga yang berada di Puncak, Bogor. Dari situlah, setiap orang berkunjung ke Puncak, minumnya susu Cimory.

Dengan modal kecil dan menggaet peternak susu lokal, bisnis susu segar dan yogurt mulai dikenal masyarakat hingga membangun pabrik besar saat ini. Tak ingin hanya fokus pada produk susu segar dan yogurt, Bambang pun menantang anaknya, Alex Sutantio, untuk membuat inovasi produk lain, dan muncul lah Chocomory.

Foto: Dok. Cimory

Selain itu juga menawarkan daging olahan dan produk telur. Perusahaan memegang sejumlah merek seperti Cimory, Kanzler, dan Besto. Selain menjual produknya di gerai sendiri, produk Cimory juga dijual di berbagai jaringan toko modern dan toko ritel tradisional.

"Saya hanya ingin menghasilkan produk makanan dan minuman yang menurut saya enak untuk dikonsumsi keluarga saya sendiri," kata Bambang dalam visinya, yang tertulis di situs resmi Cimory.

Dengan berbagai produk berbahan susu segar, Bisnis Cimory kian melejit. Bambang pun membuka gerai di sejumlah kota seperti Pasuruan di Jawa Timur dan Bawen di Jawa Tengah.

Bambang tidak hanya berhasil memproduksi pabrik dan gerai Cimory, tapi juga mempunyai objek wisata yang bisa didatangi masyarakat untuk edukasi sekaligus rekreasi sejak tahun 2006.