Produsen Susu dan Yogurt Cimory Bakal Raup Rp3,7 Triliun dari IPO, Digunakan untuk Apa Saja Dananya?
Cimory Dairyland. (Foto: Dok. Traveloka)

Bagikan:

JAKARTA - Pandemi COVID-19 yang melanda dunia seperti sekarang ini, telah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya makanan dan minuman bernutrisi untuk menjaga kesehatan tubuh. Yogurt dan Susu adalah beberapa contoh produk konsumen bernutrisi tinggi yang berperan dalam menjaga imunitas tubuh.

Tidaklah mengherankan apabila lembaga riset Euromonitor mengungkapkan kategori produk bernutrisi seperti yogurt dan susu memperlihatkan prospek pasar yang bertumbuh positif. Konsumsi produk susu di Indonesia cenderung bertumbuh, meskipun tingkat konsumsi susu per kapita di Indonesia pada tahun 2020, menurut hasil riset Euromonitor, masih sebesar 6 dolar AS.

Jumlah itu masih lebih rendah dari sejumlah negara ASEAN lainya seperti Malaysia (16 dolar AS / kapita), Thailand (25 dolar AS / kapita) dan Vietnam (32,0 dolar AS / kapita). Kondisi tersebut akan menjadi peluang dan memiliki prospek usaha yang baik bagi industri susu di Indonesia, yang tingkat konsumsi per kapita nya diperkirakan akan meningkat hampir dua kali lipat menjadi 11,7 dolar AS pada tahun 2025.

Kondisi tersebut melahirkan komitmen dari PT Cisarua Mountain Dairy Tbk sebagai penghasil Produk Susu Premium bermerek dagang Cimory serta Produk Konsumen Premium bermerek dagang Besto dan Kanzler, untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas distribusi agar lebih terjangkau untuk memenuhi kebutuhan produk minuman susu bernutrisi.

Guna memenuhi kebutuhan tersebut, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk akan menjual 1.190.203.000 saham kepada masyarakat melalui penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Jumlah saham tersebut mewakili 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan dengan nilai nominal Rp10 per saham.

Harga saham perdana tersebut ditetapkan sekitar Rp2.780 hingga Rp3.160 per saham. Sehingga total dana hasil IPO yang akan dihimpun oleh perseroan akan mencapai sebanyak- banyaknya Rp3,76 triliun.

Setelah dikurangi dengan biaya emisi, perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk:

- Sekitar 33 persen akan digunakan untuk belanja modal terkait dengan penambahan kapasitas untuk fasilitas produksi dalam bentuk: properti, pabrik, peralatan.

- Sekitar 25 persen untuk penyetoran modal kepada Entitas Anak yaitu PT Macroprima Panganutama (MP), perusahaan pengolahan dan pengalengan makanan. Dana tersebut utamanya akan digunakan oleh MP untuk penambahan kapasitas untuk fasilitas produksi, serta untuk modal kerja.

- Sekitar 20 persen untuk penyetoran modal kepada Entitas Anak PT Macrosentra Niagaboga (MN), perusahaan yang bergerak di bidang agen dan distributor. Dana tersebut utamanya akan digunakan oleh MN untuk belanja modal yang berkaitan dengan rencana ekspansi pusat distribusi, serta untuk modal kerja.

- Sekitar 15 persen akan digunakan untuk belanja modal yang berkaitan dengan ekspansi saluran distribusi dalam bentuk penambahan di toko dan retail dan sarana pendukung terkait peningkatan jumlah Miss Cimory yang meliputi pelatihan dan pengembangan.

- Sekitar 7 persen akan digunakan untuk modal kerja perseroan untuk pembiayaan kebutuhan operasional sehari hari.

Dalam penawaran umum perdana saham ini, perseroan telah menunjuk PT CLSA Sekuritas Indonesia dan PT Mandiri Sekuritas untuk bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Berikut merupakan indikasi jadwal transaksi hingga tercatat di BEI:

- Masa Penawaran Awal: 10 -17 November 2021
- Perkiraaan Izin Efektif: : 26 November 2021
- Perkiraan masa penawaran umum perdana saham: 30 Nov– 2 Des. 2021
- Perkiraaan Tanggal Penjatahan: 2 Desember 2021
- Perkiraaan Distribusi Saham Secara Elektronik: : 3 Desember 2021
- Perkiraaan Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia: 6 Desember 2021

Profil dan kinerja Cimory

Perseroan berdiri pada tahun 2005, dengan kegiatan usaha utama di bidang Produk Susu Premium dan Konsumen Premium terkemuka di Indonesia. Perseroan memiliki sejumlah keunggulan di antaranya market leader di industri yogurt. Perseroan juga memiliki posisi yang kuat dalam perdagangan modern dan berfokus dalam mengembangkan jejak perseroan di perdagangan umum dan jalur langsung ke konsumen (direct to consumer) yang eksklusif melalui Miss Cimory.

Selain itu, model operasional Perseroan memungkinkan penetapan harga premium atas produk-produknya. Hal ini telah berkontribusi pada profitabilitas yang tinggi bagi Perseroan, sebagaimana dapat dilihat dari pertumbuhan laba periode berjalan per Juni 2021 yang mencapai Rp364,5 miliar, tumbuh 798,54 persen dari Rp40,566 miliar yang dibukukan pada Juni 2020. Sedangkan per Desember 2020 laba periode berjalan sebesar Rp177,007 miliar.

Sementara itu penjualan neto Perseroan per Juni 2021 tercatat sebesar Rp1,58 triliun, naik 115,1 persen dari Rp735,4 miliar pada Juni 2020. Perolehan pendapatan dari penjualan bersih per Juni 2021 tersebut sudah hampir menyamai capaian sepanjang 2020 yang sebesar Rp1,8 triliun.

Pertumbuhan profitabilitas yang tinggi tersebut antara lain didukung oleh posisi perseroan sebagai pemimpin pasar atas sub-kategori produk yogurt secara keseluruhan serta dalam kategori Spoonable Yoghurt dan Minuman Yogurt, yang berdasarkan hasil riset Euromonitor, perseroan memiliki pangsa pasar sebesar 53,2 persen, 71,9 persen dan 50,3 persen per tanggal 31 Desember 2020.

Perseroan juga telah membangun posisi pasar yang kuat untuk produk Susu Putih Segar dan sub-kategori produk Daging Olahan Dingin dan Daging Olahan Beku, dengan menduduki peringkat ke-4 per tahun 2020.