Kenaikan Bitcoin Lebih dari 10 Persen dalam Sebulan, Perlukah Mempelajari Ilmu Trading Bitcoin?
Ilustrasi. (Foto: Unsplash)

Bagikan:

JAKARTA - Bitcoin mencatatkan kenaikan lebih dari 10 persen dalam satu bulan. Pada awal Oktober 2021, bitcoin price hanya Rp810 juta. Kini, awal November 2021, Bitcoin sudah mencapai Rp930 juta.

"Kenaikan Bitcoin terjadi karena Taproot dan beberapa permintaan terjadi secara masif dalam beberapa hari terakhir. Salah satu penyebab Bitcoin naik adalah meningkatnya permintaan atau demand," kata CEO Indodax Oscar Darmawan, dalam keterangan tertulisnya, Rabu 10 November.

Investasi Bitcoin adalah suatu keharusan di era digital seperti sekarang. Karena itu, para pemula perlu belajar bitcoin, khususnya seluk-beluk investasi ini, sebelum terjun ke dalamnya.

Namun, sebelumnya, ada beberapa faktor yang membuat Bitcoin begitu fenomenal, antara lain, kenaikan harga Bitcoin yang luar biasa dalam beberapa tahun ini. Kemudian, Bitcoin juga mulai diadopsi oleh banyak institusi ternama, salah satunya PayPal.

Selanjutnya, go public-nya Coinbase di Nasdaq USA pada April 2021 dengan market cap mencapai 65 miliar dolar AS yang menandai masuknya Bitcoin ke Wall Street. Berikutnya, menurut data terakhir dari Bappebti, ada lebih dari 6,5 juta nasabah crypto di Indonesia.

Exchange atau bursa menjadi tempat bagi proses jual beliBitcoin. Di exchange tersedia layanan untuk membeli, menjual, menyimpan, serta mentransfer aset crypto.

Fungsi dari exchange ini sama seperti marketplace, yakni medium pertemuan antara pembeli dan penjual. Transaksi yang terjadi adalah di antara pedagang (member) yang merupakan anggota exchange.

Mengingat perannya sebagai tempat perantara, exchange sendiri tidak melakukan proses trading atau jual dan beli. Mereka hanya akan mengambil sejumlah fee, misalnya fee jual dan beli serta penarikan uang.

Untuk diketahui, masing-masing exchange akan memilih aset-asett crypto yang bisa ditradingkan pada marketplace-nya. Di sisi lain, mereka pun memiliki daftar aset yang berlainan antara satu dengan yang lain.

Dalam bertransaksi aset crypto, investor mesti menentukan “pair” koin yang bakal ditradingkan. Dalam hal ini, exchange bakal menyediakan sejumlah pair di platform-nya. Bitcoin/Rupiah (BTC/IDR) menjadi pair yang paling umum di sini.

Mengingat transaksi Bitcoin ini berlangsung di antara para membernya, baik jual maupun beli, harga bitcoin antar exchange-nya bisa berlainan. Bagi para investor, mereka bisa memantau harga bitcoin yang paling bersaing setiap saat, misalnya di Indodax.

Fungsi Aset Bitcoin

Untuk mengetahui yang dapat diperbuat dengan Bitcoin, simak poin-poin berikut ini:

- Aset bitcoin dihimpun dengan tujuan agar harganya bakal naik ke depannya. Diketahui, tren kenaikan ini menyebabkan banyak orang ingin berinvestasi di aset kritpo tersebut.
- Memperoleh keuntungan adalah salah satu tujuan menjual Bitcoin. Hasilnya dapat ditransfer langsung via rekening bank ke dalam rupiah.
- Aset crypto lainnya yang dinilai lebih prospektif akan menjadi tempat mengonversi bitcoin. Prosesnya juga sangat gampang sebab dilakukan via digital.
- Menjadi alat pembayaran, saat ini sejumlah tempat sudah menerima bitcoin sebagai alat transaksi. PayPal bahkan sudah menerima transaksi dengan aset digital tersebut baru-baru ini.

Lokasi Penyimpanan Bitcoin yang Aman

Sebagaimana aset atau alat tukar lainnya, hal yang penting di sini adalah lokasi penyimpanan. Ada 2 keys yang bisa Anda pakai sebagai pemilik Bitcoin, antara lain:

- Public Key: merupakan alamat publik bagi proses transfer. Public Key pun terbuka serta diketahui oleh orang, sebagaimana nomo rekening pada bank.
- Private Key: alamat privat ini tidak boleh diketahui orang. Selain itu, kerahasiaan Private Key ini mesti sangat dijaga. Hal ini sama seperti PIN rekening bank.

Untuk memastikan keamanan private key, langkahnya adalah Anda harus memastikan untuk bertransaksi di exchange resmi. Pasalnya, private dan public key bakal disimpan oleh exchange saat Anda bertransaksi di dalamnya.

Cara lain yang lebih aman untuk menyimpan Bitcoin adalah dengan memiliki wallet pribadi. Dengan demikian, aset crypto Anda ini bukan dihimpun di exchange, melainkan di wallet pribadi tersebut.