COVID-19 Jadi Endemik, Apa Bedanya dengan Pandemi?
Ilustrasi foto (Sumber: Antara)

Bagikan:

JAKARTA - World Health Organization (WHO) menyebut COVID-19 akan menjadi endemik. Pernyataan itu disampaikan hampir satu tahun sejak COVID-19 ditetapkan menjadi pandemi global 11 Maret 2020. Apa beda pandemi dan endemik?

Melansir situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), endemik adalah penyakit yang menjangkiti sebuah daerah atau satu golongan masyarakat.

Endemik merupakan kemunculan suatu penyakit yang secara konstan di dalam sebuah wilayah geografis. Contoh penyakit endemik di Indonesia adalah malaria dan demam berdarah.

Sementara, pandemi adalah wabah yang menjangkiti wilayah geografis yang luas. Pandemi biasanya menyebar di seluruh negara atau benua dan menjangkiti banyak orang.

COVID-19 jadi endemik

Di tengah pembicaraan buruknya penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia, muncul kabar yang menyebut pandemi COVID-19 akan menjadi endemik. Di satu sisi kabar tersebut bisa diartikan virus corona baru tak akan lenyap dari muka bumi, namun di lain sisi ini bisa juga diartikan sebagai angin segar yang membawa dunia ke dalam kondisi yang lebih baik.

Survei Nature mengungkapkan banyak ilmuwan yakin COVID-19 bakal menjadi endemik dan dampaknya akan berkurang seiring waktu. Lantas apakah ini artinya pandemi virus corona akan segera berakhir? Seperti apa dunia bila corona menjadi penyakit endemik? Dan bagaimana pandemi COVID-19 bisa berubah status menjadi endemik? 

Dalam survei kepada lebih dari 100 ahli imunologi, virologi, dan peneliti penyakit menular, hampir 90 persen mengatakan COVID-19 akan menjadi endemik. Itu artinya, penyebaran virus atau penyakit bakal konstan dan cenderung terkendali dalam suatu wilayah geografis tertentu menurut Centers for Disease Control (CDC).

Misalnya saja kasus penyebaran penyakit flu di Amerika Serikat (AS), dan ada empat jenis virus corona endemik yang menyebabkan badan demam. Kalau di Indonesia salah satu contoh endemik adalah penyakit malaria di Papua.

Profesor Imunologi dari Universitas La Jolla AS, Erica Ollman Saphire mengatakan jika COVID-19 menjadi endemik, artinya virus ini tak akan pernah hilang dari muka bumi. Meski begitu, Saphire juga bilang orang akan hidup lebih baik secara keseluruhan. "Dan tidak sakit karena virus," kata Saphire dikutip CNBC.

Bahasan soal setahun pandemi COVID-19 beserta endemik telah kami bahas mendalam lewat Tulisan Seri khas VOI edisi pekan lalu: Dunia Mungkin Lebih Baik Jika COVID-19 jadi Endemik.

 

BERNAS Lainnya