Bagikan:

JAKARTA – Belinda Christina akhirnya didapuk sebagai pemenang ajang kompetisi memasak MasterChef Indonesia (MCI) musim ke-11. Episode penentuan gelar MCI akhir pekan lalu menjadi pembicaraan warganet.

Putusan dewan juri MCI yang menetapkan Belinda sebagai juara mengalahkan Rizkisyah Putra Singarimbun atau yang akrab disapa Kiki serta kehadiran Ganjar Pranowo di partai final tersebut menjadi penyebabnya. 

Mayoritas warganet memberikan sentimen negatif terhadap kemenangan Belinda. Sejumlah komentar bernada rasis ditujukkan kepada acara yang yang disiarkan di stasiun TV swasta tersebut.

Tapi rupanya itu bukan satu-satunya momen yang menarik atensi publik di episode terakhir MasterChef Indonesia. Pada proses penyerahan hadiah, Ganjar Pranowo muncul sebagai sosok yang melakukannya. Ini menjadi tanda tanya besar pemirsa, karena tidak ada penjelasan secara gamblang alasan Ganjar dipilih menjadi sosok yang menyerahkan hadiah.

Warganet pun sepakat menuding ini sebagai bentuk kampanye terselubung Ganjar yang akan bertarung pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Tudingan tersebut cukup beralasan, karena RCTI merupakan jaringan televisi swasta milik Hary Tanoesoedibjo yang juga Ketua Umum Perindo, salah satu partai pengusung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Pantauan di X dan YouTube

Netray Media Monitoring melakukan pemantauan di media sosial X dan YouTube menyusul riuhnya obrolan warganet di dunia maya. Pantauan dilakukan untuk melihat topik mana yang banyak menyedot perhatian publik, hingga apa fokus perbincangan warganet ketika membahas MasterChef Indonesia.

Kata kunci masterchef dan mci di X dan masterchef indonesia di kanal YouTube sepanjang periode 25-28 November 2023 jadi acuannya. Hasilnya, 17,2 ribu unggahan dari 7,3 ribu akun membahas topik ini di X. Perbincangan topik yang begitu masif berhasil meraup reaksi warganet sebanyak 319,9 juta impresi dan mampu menjangkau ke lebih 75,9 juta akun.

Sehari setelah grand final hari pertama, intensitas unggahan warganet mulai ramai dan baru mencapai puncaknya pada 27 November ketika 12,8 ribu unggahan muncul membicarakan ajang kompetisi memasak ini.

Statistik unggahan X topik MasterChef Indonesia. (Netray)

Namun pembicaraan yang terkait dengan topik kebanyakan bernada negatif. Bahkan nama MCI juga dipelesetkan menjadi MCC, kependekatan dari MasterChef Chindonesia. Penjurian MCI dituding kerap menguntungkan keturunan etnis Tionghoa, padahal masakan peserta tersebut kurang enak dan dianggap tidak menguasai  teknik memasak.

Kata Chindo menjadi kata kedua yang paling banyak digunakan dalam unggahan warganet. Chindo adalah bahasa slang hasil penyingkatan dan penggabungan kata China dan Indonesia. Namun istilah tersebut berkonotasi negatif, biasanya digunakan untuk menyebut warga negara Indonesia keturunan China. Karena itulah sebutan Chindo untuk seseorang akhirnya menyimpan nuansa stereotip dan rasis.

Meski hanya finis sebagai runner-up, Kiki justru menjadi sosok yang paling sering dibahas. Ini terlihat dalam jajaran kosakata populer, dan kata “kiki” menjadi yang paling menonjol dibanding kata lainnya. Warganet menilai Kiki lebih layak menjadi juara dibandingkan Belinda.

Statistik unggahan YouToube topik MasterChef Indonesia. (Netray)

Selain itu, kata Ganjar juga masuk dalam hal yang sering dibahas warganet. Ini karena Capres nomor urut 3 tersebut hadir untuk menyerahkan hadiah kepada pemenang. Warganet bertanya-tanya, apa urgensi Ganjar muncul di acara kompetisi memasak.

Dengan menggunakan kata kunci masterchef&indonesia di kanal YouTube pada periode yang sama, Netray menemukan 68 video membahas acara MCI.

Berbeda dengan X, nama Belinda justru yang paling sering diunggah di kanal YouTube, selain kata MasterChef Indonesia. Namun ada kesamaan mengenai perbincangan warganet di X dan YouTube, yaitu nama Ganjar yang mewarnai jajaran kata populer YouTube, walau tidak semasif di kanal yang dulunya bernama Twiitter.

Politik Identitas

Ini bukan pertama kali kemunculan Ganjar Pranowo di TV menimbulkan polemik. Pada September lalu, mantan Gubernur Jawa Tengah ini juga sempat menghebohkan publik karena tiba-tiba muncul pada tayangan azan magrib di stadiun TV yang sama. Saat itu Ganjar menuai banyak kritik karena dianggap melakukan politik identitas.

Mengutip Kompas, politik identitas menurut Lilliana Mason and Nicholas T Davis ialah partisipasi individu-individu dalam politik atas nama kelompok sosial tertentu.

Sementara Kauffman menjelaskan bahwa politik identitas terkait dengan keterlibatan langsung dengan suatu kelompok dan institusi. Tujuannya yakni untuk memperoleh pengakuan maupun legitimasi.

Ganjar Pranowo mucul di tayangan video azan di stasiun TV swasta RCTI. (tangkapan layar YouTube)

Pakar politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Andriadi Achmad mengatakan politik identitas adalah ketika seseorang menggunakan suku, agama atau ras untuk berpolitik. Ia mencontohkan politik identitas digunakan Anies Baswedan saat bertarung di Pilkada DKI Jakarta 2017. Saat itu isu agama menjadi bahan kampanye atau gorengan suatu kelompok untuk menjatuhkan kelompok lain.

Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Nurlia Dian Paramita menilai Ganjar Pranowo melakukan potensi politik identitas karena sebelumnya dia tidak pernah akrab dengan situasi yang lekat dengan simbol keagamaan. Tapi Ganjar tiba-tiba memperlihatkan dirinya yang identik dengan umat Islam melalui video tayangan azan magrib.

Di sisi lain, pengamat politik Hendri Satrio mengatakan, politik identitas adalah marketing politik paling mudah. Karena itulah, Hendri memprediksi di masa kampanye banyak kandidat Capres dan Cawapres yang ‘menjual’ ke-Islamannya atau ke-Jawaannya dengan memakai simbol-simbol tertentu.