Permohonan Maaf Rizieq karena Berkerumun Tetap Tak Kesampingkan Proses Hukum
Rizieq Shihab (Irfan Meidianto/VOI)

Bagikan:

JAKARTA - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab meminta maaf kepada masyarakat karena pendukungnya menciptakan kerumunan dan membuat keresahan di tengah pandemi COVID-19.

Kerumunan tersebut mulai dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang hingga di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat.

"Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat kalau dalam kerumunan di Bandara, di Petamburan, di Tebet, di Megamendung terjadi penumpukan yang memang di luar kendali karena antusias," kata Rizeq dalam acara Dialog Nasional 100 Ulama dan Tokoh yang ditayangkan secara daring di Front TV, Rabu, 2 Desember.

Sayangnya, permintaan maaf Rizieq tak jadi cerita buat polisi untuk menghentikan rencana pemeriksaannya. Kemarin, Polda Metro Jaya menegaskan, proses hukum perkara dugaan pelanggaran protokol kesehatan acara pernikahan Najwa Shihab tetap berjalan. 

"Silakan saja, memang ada beredar di media bahwa dari PA 212 juga minta maaf kerumunan yang terjadi. Silakan aja utarakan kepada rakyat Indonesia lah," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Kemarin, pihak Rizieq Rizieq Shihab akhinya menerima surat panggilan pemeriksaan yang dilayangkan penyidik. Mereka menerima usai penyidik tiga kali mendatangi kediaman Rizieq Shihab.

Sebelumnya, Laskar FPI selalu membentuk barikade untuk menghalau polisi. Negosiasi pun dilakukan. Setelah bernegosiasi, akhinya mereka memberi akses kepada polisi. Tapi hanya satu polisi yang dihadirkan untuk masuk. 

Tak lama kemudian, Wadir Krimum Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak yang diperkenankan untuk masuk untuk menyampaikan pemanggulan itu keluar dari Gang Paksi yang merupakan kediaman dari Rizieq Shihab.

Tak banyak pernyataan yang banyak disampaikan AKBP Calvijn. Dia hanya menyebut jika surat panggilan itu sudah disampaikan. "Sudah (diterima)," kata Calvijn.

Sehingga, penyidik Polda Metro Jaya menjadwalkan pemanggilan ketiga terhadap Rizieq Shihab dan menantunya, Hanif Alatas pada Senin, 7 Desember pekan depan. 

Kerumunan Rizieq yang berujung pemanggilan sejumlah pihak

Semula, pada saat Rizieq tiba di Indonesia pada Selasa, 10 November lalu, massa pendukungnya memenuhi Bandara Soekarno-Hatta yang berujung menimbulkan kerumunan dan berakibat batalnya sejumlah penerbangan karena macet di jalan tol sejak subuh.

Tim produksi VOI sempat meliput momen kepulangan Rizieq Shihab ke Indonesia. VOI menerjunkan tim ke Petamburan. Untuk melihat video suasana Petamburan kala itu dengan sudut pandang yang tak biasa, silakan klik di sini.

Rizieq selanjutnya menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Tebet, Jakarta Selatan pada Jumat, 13 November 2020 kemudian ke Megamendung, Bogor. 

Selanjutnya, dia mengadakan peringatan Maulid Nabi sekaligus akad nikah putrinya, Najwa Shihab di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat. Acara tersebut, memicu para pendukungnya datang dari berbagai wilayah dan menimbulkan kerumunan.

Dari sejumlah kerumunan itu, polisi menemukan adanya dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. 

Sejumlah pihak pun turut dimintai klarifikasi. Beberapa di antaranya yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, jajaran Pemprov DKI, hingga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.