Bantah Konser BTS di JIS Demi Gaet Pemilih Muda 2024, Wagub DKI: Nanti Bikin Acara Sama Nenek-nenek juga Dibilang Politik
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria/DOK Diah Ayu-VOI

Bagikan:

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membantah anggapan rencana menggelar konser boyband asal Korea Selatan, BTS, di Jakarta International Stadium (JIS) bertujuan untuk menggaet pemilih muda dalam Pemilu 2024.

Riza menegaskan rencana konser BTS saat stadion di Jakarta Utara tersebut diresmikan tidak ada kaitannya dengan politik, apalagi bertujuan untuk menjaring suara pemilih muda dalam pilpres oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Enggak ada hubungannya. Masak semuanya mau dihubungkan sama politik? Nanti kita bikin acara sama nenek-nenek dibilang juga politik karena nenek-nenek juga punya hak suara," kata Riza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa, 26 Oktober.

Karena itu, Riza meminta semua pihak untuk tidak mengaitkan segala program Pemprov DKI dengan urusan politik. Sebab, kata dia, kontestasi pemilu masih dua tahun lagi.

"Jadi, jangan semua apa-apa dihubungkan dengan politik. Masih lama, 2024. Sudah, sekarang kita sibuk bekerja laksanakan amanah kita masing-masing sebagai apa pun profesi kita yang paling penting jaga persatuan kesatuan NKRI supaya sikon politik kondusif," ujar Riza.

"Jangan ngurusin pilpres, pilkada, pileg, masih jauh. Belanda masih jauh," imbuh politikus Gerindra tersebut.

Sebagai informasi, Grup Korean Pop (K-Pop) asal Korea Selatan Bangtan Boys (BTS) berencana menggelar konser di Jakarta Internasional Stadium (JIS) pada 2022.

Dikabarkan, JIS akan dilengkapi dengan sistem audio (sound system) berteknologi canggih untuk menunjang pergelaran konser-konser besar.

Sistem audio tersebut juga didukung dengan ruang tertutup di dalam JIS sehingga suara musik terdengar lebih bagus dibanding konser di Stadion Gelora Bung Karno (GBK)

Hal ini dikritik oleh Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Gilbert Simanjuntak. Gilbert menuding rencana konser BTS hanyalah akal-akalan Anies untuk mendulang suara pemilih muda dalam Pilpres 2024.

"Kesan kuat ini seperti persiapan ke 2024, karena tidak sesuai tujuan pembangunan stadion tapi lebih ke arah menggaet suara pemilih muda," ucap Gilbert.