Janji Tinggal Janji! Anggaran Perbaikan SD 4 Undaan di Kudus Jateng Belum Turun, Ruang Kelas Siswa Digabung
Kondisi SD 3 Undaan Kabupaten Kudus, Jateng yang saat ini digabung dengan SD 4 Undaan (ANTARA)

Bagikan:

KUDUS - Sejumlah ruang kelas sekolah dasar (SD) yang rusak di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah kembali bertambah. Sebelumnya, terdapat 4 SD dengan kondisi ruang kelas yang rusak. Kondisi ini ternyata dialami juga SD 4 Undaan yang atapnya roboh.

Menurut Kepala SD 4 Undaan, Karsono, terdapat dua ruangan kelas yang atapnya roboh. Pertama pada 2019 lalu dan terakhir pada tahun ini. Semua kejadian sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kudus.

"Kami juga dijanjikan akan mendapatkan anggaran pada tahun 2020 untuk perbaikan ruang kelas yang roboh. Kenyataannya hingga kini belum ada anggaran perbaikan," ujarnya di Kudus dilansir dari Antara, Senin, 11 Oktober. 

Dengan pertimbangan jumlah siswa yang hanya 40-an siswa untuk kelas 1-6, dimungkinkan sulit mendapatkan anggaran perbaikan untuk dua ruang SD 3 yang ada di Desa Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus itu.

Terlebih lagi, SD 3 saat ini statusnya digabungkan dengan SD 4 yang sama-sama ada di Desa Undaan Kidul.

Sementara wali murid siswa, kata dia, enggan pindah karena jaraknya dengan SD 4 berkisar 3 kilometeran sehingga anak-anak mereka tidak memungkinkan dibiarkan sepeda sendiri ke sekolah tersebut.

Untuk itulah, siswa kelas 2 dan 3 terpaksa memanfaatkan ruang kelas lain yang disekat menjadi dua ruang untuk setiap kelasnya.

Sebelumnya, tercatat sudah ada empat SD yang rusak lebih dahulu, yakni SD 4 Prambatan Kidul, SD 3 Bakalan Krapyak, SD 3 Payaman dan SD Garung Lor.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kudus Harjuna Widada mengakui SD 3 Undaan memang sudah digabung dengan SD 4 karena minimnya jumlah siswa, sehingga nantinya tetap jadi satu dengan SD 4.

"Kalaupun ada ruang kelas yang rusak, nantinya siswa tetap menempati ruang kelas yang ada di SD 4 yang memang layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar," ujarnya.

Terkait hal itu, dalam waktu dekat akan disosialisasikan kepada wali murid sehingga mereka bisa menerima dan mau mengantarkan anaknya sekolah ke SD 4, demikian Harjuna Widada.