Bagikan:

JAKARTA - Partai Golkar belum mengumumkan siapa nama pengganti Azis Syamsuddin sebagai pimpinan DPR RI usai ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Termasuk, soal pergantian antar waktu (PAW).

Ketua Badan Hukum dan HAM Partai Golkar Supriansa, menjelaskan bahwa calon wakil ketua DPR pengganti Azis merupakan hak Ketua Umum Airlangga Hartarto.

"Kita tunggu saja besok, siapa yang diusulkan oleh ketua umum,” ujar Supriansa, Minggu, 26 September.

Kendati demikian, Supriansa memastikan bahwa orang yang menggantikan Azis Syamsuddin sebagai pimpinan DPR merupakan kader terbaik Partai Golkar.

"Siapapun, itulah yang terbaik dari Golkar untuk menjadi wakil ketua DPR gantikan posisi AS,” kata anggota Komisi III itu.

Diketahui, Azis Syamsuddin telah mengirimkan surat pengunduran diri kepada DPP Partai Golkar dari jabatannya sebagai Wakil Ketua DPR RI. Namun, saat ini dia masih berstatus sebagai anggota DPR RI.

Akibat kasus hukum tersebut, Azis terancam dicopot sebagai anggota DPR RI dengan mekanisme pergantian antar waktu (PAW). Apabila jadi di PAW, maka kursi Azis sebagai anggota DPR RI dari Dapil Lampung II ini kemungkinan bakal ditempati Riswan Tony DK yang mendapat perolehan suara ketiga.

Riswan Tony mengatakan, pergantian tersebut memang sudah diatur Undang-undang. Di mana, suara terbesar berikutnya memiliki hak menggantikan anggota yang berhalangan tetap.

"Menurut Undang-undang begitu, suara terbesar berikutnya yang punya hak untuk menggantikan anggota yang berhalangan tetap," ujar Riswan, Sabtu, 25 September.

Namun belum ada bocoran nama calon wakil ketua DPR pengganti Azis Syamsuddin.