Penghargaan untuk 5 Tenaga Medis yang Meninggal Dunia di Jawa Tengah dari Menkes Terawan
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat memberikan penghargaan kepada tenaga medis yang meninggal dunia (Foto: Situs Kemenkes)

Bagikan:

JAKARTA - Didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Prabowo, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyerahkan santunan kematian dan penghargaan kepada tenaga medis yang gugur saat menangani pandemi COVID-19. Dia mengatakan, lima tenaga medis yang gugur ini adalah pahlawan dan harusnya menjadi teladan.

"Dedikasi dari sejawat ini bisa menjadi teladan dan tenaga kesehatan yang telah gugur merupakan pahlawan di bidang medis," kata Terawan seperti dikutip dari situs Kemenkes, Minggu, 12 Juli. 

Dia menyebut, perjuangan tenaga medis dan masyarakat di Indonesia sebagai garda terdepan melawan pandemi COVID-19 belum berakhir. 

Terawan berharap santunan ini bisa bermanfaat bagi keluarga tenaga medis yang meninggal dunia tersebut. "Rasa duka dan kehilangan yang sangat besar kami sampaikan, serta berharap bahwa santunan ini dapat bermanfaat bagi keluarga para tenaga kesehatan yang meninggal dunia," ungkapnya.

Kepala PPSDMK Kementerian Kesehatan Abdul Kadir yang ikut dalam acara ini menyampaikan santunan dan penghargaan ini merupakan apresiasi dari pemerintah kepada tenaga kesehatan yang telah berjuang menjalankan tugasnya.

Santunan ini diberikan kepada keluarga lima orang tenaga kesehatan dan diwakili oleh ahli warisnya, yaitu:

  1. Yuni Wuryaningsih, AMK dari Puskesmas Sayung, Demak
  2. Yadi Siswanto, S.Kep dari Puskesmas Bangsri I, Jepara
  3. dr. Sovian Endy Pradjoko dari RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo
  4. Siti Fatimah, AMK  dari RSUD RA Kartini Jepara
  5. Dr. Sang Aji Widi A, dari Puskesmas karanganyar

Sebelumnya, pada Sabtu, 11 Juli kemarin, Jawa Tengah masuk ke dalam provinsi yang mengalami peningkatan kasus COVID-19 terbanyak bersama Jawa Timur dan DKI Jakarta.

Diketahui, jumlah penambahan kasus di Jawa Timur kemarin mencapai 409 kasus baru dan total 16.140 kasus. Angka ini kemudian menempatkan Jatim sebagai provinsi dengan akumulasi kasus terbanyak se-Indonesia. 

Kemudian, provinsi dengan kasus baru tinggi lainnya berada di DKI Jakarta dengan 378 kasus dan total 14.113 kasus, Sulawesi Selatan dengan 180 kasus baru dan 6.800 total kasus, Jawa Tengah dengan 100 kasus baru dan total 5.403 kasus, Sumatera Utara dengan 87 kasus baru dan total 2.284 kasus, dan Kalimantan Selatan dengan 79 kasus baru dan total 4.069 kasus.

Adapun penambahan kasus secara nasional jumlahnya mencapai 1.671 orang dengan total kumulatif mencapai 74.018 orang. Sementara jumlah pasien meninggal bertambah 66 orang sehingga totalnya 3.535 pasien dan pasien sembuh jumlahnya 1.190 pasien sembuh totalnya menjadi 34.719 pasien.