Beda Suara dengan Wagub Riza, Gerindra Bilang Anggaran Formula E Bisa Dibiayai BUMN Bukan Swasta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: @aniesbaswedan)

Bagikan:

JAKARTA - Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Syarif menganggap pembiayaan penyelenggaraan Formula E yang belum dilunasi tak berarti melibatkan swasta sebagai sponsor.

Pernyataan ini berbeda dengan Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria, yang juga merupakan kader Partai Gerindra, menyebut anggaran Formula E akan melibatkan swasta.

Syarif bilang, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberi rekomendasi bahwa Pemprov DKI mesti melakukan kemandirian pembiayaan Formula E selain dari APBD. Menurut Syarif, BPK tak menyebutkan swasta untuk meng-cover kebutuhan penyelenggaraan.

"Ada rekomendasi kemandirian pembiayaan. Tapi, enggak menyebut swasta, lho. Bisa government to goverment. Menurut saya, bunyi kemandirian jangan direduksi harus swasta," kata Syarid kepada wartawan, Kamis, 16 September.

Syarif menjelaskan, poin dari kemandirian pembiayaan adalah penyelenggaraan Formula E tak dibebankan 100 persen dari APBD DKI. Meski bisa dibebankan dari swasta, namun Syarif memandang harus melibatkan badan usaha milik negara (BUMN).

"Mengoordinir swasta kan harus ada badannya. Bisa dengan BUMN. Jangan diartikan swasta murni, ya. Kan sumber pembiayaan kita bisa dari APBD dan APBN. Jadi, Bisa dari BUMN, bisa dari anak usaha BUMN," tutur Syarif.


Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diwajibkan membayar commitment fee Formula E selama 5 tahun penyelenggaraan. Masalahnya, Anies harus melunasi commitment fee sebelum akhir masa jabatannya.

Melihat kondisi APBD yang agak "tercekik" akibat pandemi COVID-19, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku pihaknya akan mencari sumber dana selain APBD, yakni berupa sponsor dari pihak swasta.

"Nanti program itu tidak hanya dibebankan ke APBD. Bahkan, nanti dibebankan oleh pihak swasta, oleh sponsor," kata Riza pada Selasa, 14 September.

Saat ini, Pemprov DKI sudah menggelontorkan APBD hampir Rp1 triliun. Riniciannya, pembayaran commitment fee 2 termin yang dibayarkan tahun 2019 sebesar 20 juta pound sterling atau setara Rp360 miliar, termin 1 commitment fee pada 2020 sebesar 11 juta pound sterling atau setara Rp200 miliar, dan bank garansi sebesar 22 juta pound sterling atau Rp423 miliar.

Sampai akhirnya, pembayaran commitment fee ditunda oleh Anies akibat adanya pandemi COVID-19. Namun, Anies masih harus membayar commitment fee Formula E pada termin 2 2020, sesi 2022/2023 26,6 juta pound sterling, dan sesi 2023/2024 29,2 juta pound sterling.

Meski demikian, menganggap pembayaran commitment fee selama 5 tahun penyelenggaraan Formula E tak mesti dilunasi dalam waktu dekat. Bisa saja, kata Riza, commitment fee bisa terbayar oleh sponsor jika Formula E sudah digelar di tahun 2022.

"Lunasnya itu nanti dong, tahun-tahun berikutnya. Masak harus lunas tahun ini semua? Tidak ya," ujar dia.