Selandia Baru Catat Rekor Lonjakan Tertinggi Kasus COVID-19 Sejak April 2020
Ilustrasi penguncian COVID-19 di Selandia Baru. (Wikimedia Commons/Michal Klajban)

Bagikan:

JAKARTA - Selandia Baru pada Hari Selasa mencatat peningkatan tertinggi dalam kasus COVID-19 sejak April 2020, kendati pihak berwenang menyebut jumlahnya tidak meningkat secara eksponensial dan wabah masih berpusat di Auckland.

Otoritas New Zealand melaporkan 41 kasus COVID-19 baru pada Hari Selasa, menjadikan jumlah total infeksi di negara itu menjadi 148, kata Direktur Jenderal Kepala Kesehatan Ashley Bloomfield pada konferensi pers.

Itu adalah kasus baru terbanyak sejak April 2020, menurut grafik di situs web Kementerian Kesehatan. Dari keseluruhan kasus infeksi baru, 38 di antaranya berada di Auckland sementara tiga kasus infeksi lainnya di Wellington.

"Ini meyakinkan jika kami tidak melihat peningkatan eksponensial," kata Bloomfield, menambahkan dengan sebagian besar kasus dilaporkan di Auckland, itu mengindikasikan infeksi tidak meluas, seperti mengutip Reuters Selasa 24 Agustus.

Namun, kementerian kesehatan mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Hari Selasa, pihaknya terkejut melihat peningkatan jumlah kasus harian pada tahap wabah ini dan pada puncaknya tahun lalu, Selandia Baru memiliki total harian 89 kasus baru.

Sementara itu, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern yang sebelumnya meraih pujian global, terkait keberhasilan membasmi COVID-19 di negara itu. Kini kembali berjuang menghadapi virus corona.

Tetapi, ketergantungannya pada kontrol perbatasan yang ketat dan penguncian cepat yang berdampak pada ekonomi, telah dipertanyakan di tengah wabah terbaru.

Senin kemarin, PM Ardern memperpanjang penguncian nasional tingkat 4 yang ketat selama tiga hari hingga tengah malam pada 27 Agustus mendatang, sementara Auckland akan memberlakukan pembatasan setidaknya hingga 31 Agustus.

Ada pun Menteri Keuangan Selandia Baru Grant Robertson mengatakan, pemerintah memiliki cukup dana untuk mengatasi wabah terbaru dan ekonomi telah sangat tangguh.

"Respon kesehatan masyarakat yang kuat masih merupakan respons ekonomi terbaik," tukasnya dalam konferensi pers.

Untuk diketahui, perjalanan bebas virus negara Pasifik Selatan itu sejak Februari berakhir pekan lalu, setelah wabah varian Delta yang sangat menular dari virus corona meletus di Auckland, kota terbesar di Selandia Baru, dan dengan cepat menyebar ke ibu kota Wellington.

Melansir Worldometers, Selandia Baru tercatat memiliki total kasus infeksi COViD-19 sebanyak 3.096, dengan total kematian 26 serta sebanyak 2.887 pasien dinyatakan sembuh sejak pandemi tahun lalu.