Bupati Banjarnegara Minta Maaf kepada Luhut Binsar Pandjaitan karena Salah Sebut Nama
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono (Foto: Instagram @budhisarwono)

Bagikan:

JAKARTA - Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono meminta maaf karena salah sebut nama Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Ucapan permintaan maafnya diunggah di akun Instagram resmi Kabupaten Banjarnegara, @kabupatenbanjarnegara.
 
Dia mengaku tak hafal dengan nama panjang Luhut, sehingga salah sebut.
 
"Mohon maaf kemarin saya menyebutkan pak penjaitan, karena saya kurang hafal namanya panjang sekali, ini sekarang saya baca yang jelas dan saya mohon maaf, adalah bapak Menko Marinves, Bapak Luhut Binsar Pandjaitan," kata Budhi dalam video yang dilihat VOI, Selasa, 24 Agustus.
 
Budhi menyatakan tidak memiliki tujuan menghina Luhut atas kesalahan penyebutan nama tersebut. Dia mengklaim hanya sebisanya untuk berbicara.

 
Budhi juga meminta maaf kepada warga Tapanuli yang memiliki marga Pandjaitan, karena pada menyebut penjahit. Ia mengaku tidak hafal marga Tapanuli dan baru memahaminya belakangan.
 
"Kepada semua warga Tapanuli, kami tidak punya niat jelek untuk menghina siapa saja. Tapi maafkan saya karena keterbatasan saya, kemampuan saya dan kelemahan saya, jadi saya mohon dimaafkan yang setulus-tulusnya," kata Budhi.
 
"Saya tidak punya niat untuk menghina. Apabila saya dianggap menghina, saya siap untuk dikutuk apapun juga," ujarnya.
 
Dalam kesempatan ini, dia juga mengucapkan terima kasih kepada Luhut untuk perintah menjalankan jaring pengaman sosial untuk penanganan COVID-19 di Banjarnegara. Sebab, program ini sangat bermanfaat untuk warganya.