Besarnya Potensi Wisata Jadi Faktor CSAP Resmikan Mitra10 ke-35 di Lombok
Gerai Mitra10. (Foto: PT Catur Sentosa Adiprana Tbk)

Bagikan:

JAKARTA - PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) hari ini melanjutkan rencana ekspansi Mitra10. Perusahaan dengan melakukan meresmikan pembukaan Mitra10 ke-35 mereka yang terletak di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Gerai ritel bahan bangunan ini menempati area lahan seluas 15.000 meter persergiyang berlokasi di jalan Terusan Bung Hatta, Monjok, Mataram, Lombok, NTB. Seperti di kota-kota besar lainnya, lokasi pemilihan gerai Mitra10 Lombok tidak lepas dari potensi ekonomi Lombok sebagai destinasi wisata dan potensi pertumbuhan di sektor properti.

CSAP merupakan perusahaan distribusi bahan bangunan, kimia, dan consumer goods. CSAP adalah pemilik jaringan toko ritel Mitra10, dan ritel furnitur Atria.

"Menyambut new normal dan untuk kembali menggerakkan perekonomian nasional, khususnya Lombok, kami meresmikan Mitra10 ke-35 di Lombok. Di mana Mitra10 Lombok menawarkan lebih dari 80 persen produk buatan dalam negeri dan menyerap sekitar 140 tenaga kerja lokal," ujar Idrus Widjajakusuma, Sekretaris Perusahaan PT Catur Sentosa Adiprana Tbk, dalam konferensi pers virtual, Kamis 25 Juni.

Sementara itu, Mitra10 sejak awal memberlakukan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sesuai arahan dan peraturan dari pemerintah baik pusat maupun daerah. Seluruh karyawan Mitra10 telah dilengkapi dengan alat pengaman diri (APD) berupa masker, sarung tangan dan face shield, serta menyediakan cairan disinfektan di sekitar area penjualan dan secara berkala melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh area toko.

Para pengunjung pun harus lolos uji suhu tubuh sebelum masuk, mengenakan masker selama berada dalam kawasan toko dan mencuci tangan sebelum dan sesudah memasuki toko. Hal ini merupakan standar prosedur di setiap toko Mitra10.

Mitra10 Mataram, Lombok memiliki area penjualan (selling area) seluas lebih dari 3.800 meter persergi, yang didukung area gudang hampir 2.000 meter persegi. Beragam produk ini terbagi dalam 13 kategori, mulai dari cat dan variannya, lantai dan dinding, kamar mandi, dapur, pintu dan jendela, instalasi pipa (plumbing), material bangunan, listrik dan lampu, perkakas rumah (hardware), tools, hobi, perabot rumah tangga (houseware), hingga home appliances.

"Kami menyasar end user yakni para pemilik rumah yang hendak merenovasi atau membangun hunian baru," ungkap Idrus.

Idrus menambahkan, sejak beberapa tahun lalu, sejumlah pengembang nasional mulai mengincar daerah Lombok sebagai wilayah ekspansi bisnis properti. Lombok dibidik karena dianggap punya potensi besar terutama sebagai destinasi wisata premium seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan beberapa destinasi wisata lain seperti Gili Trawangan.

"Pertumbuhan bisnis di sektor properti termasuk menjanjikan. Baik untuk kebutuhan penginapan sebagai area wisata, hunian atau tempat tinggal maupun untuk kebutuhan komersial," jelas Idrus.

CSAP sebelumnya telah menargetkan memiliki 50 gerai pada 2021 mendatang. Sebelumnya pada 2019 lalu CSAP telah membuka lima cabang baru Mitra10 di kota Cirebon, Yogyakarta, Surabaya, Makassar dan Solo. 

"Tahun 2020 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi kita semua, termasuk bagi dunia usaha. Kami harus mengoptimalkanseluruh potensi pertumbuhan di tengah pandemi COVID-19 dan pelemahan ekonomi global," tutur Idris.