Kabar Buruk, COVID-19 di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi Alami Kenaikan Kasus Ketika Jawa-Bali Mulai Menurun
Ilustrasi (Pixabay)

Bagikan:

JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyebut PPKM Level 4 menurunan angka kasus COVID-19 di Pulau Jawa dan Bali. Sayangnya, saat ini kasus positif di pulau lain malah meningkat.

"Beberapa provinsi yang harus terus waspada karena masih mengalami kenaikan kasus positif 3 minggu berturut-turut. provinsi tersebut didominasi dari Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi," kata Wiku pada Selasa, 3 Agustus.

Di Pulau Sumatera, hampir semua provinsi masih menunjukkan kenaikan selama 3 minggu terakhir, hanya Kepulauan Riau yang telah menunjukkan penurunan kasus.

Di Pulau Kalimantan, seluruh provinsinya masih menunjukkan kenaikan 3 minggu berturut-turut, kecuali Kalimantan Barat yang sempat mengalami penurunan.
Di Pulau Sulawesi, seluruh provinsinya juga menunjukkan kenaikan selama 3 minggu, kecuali Sulawesi Tenggara dan Gorontalo yang sempat mengalami penurunan.

"Kenaikan kasus yang belum juga dapat ditekan pada sebagian besar wilayah tersebut tentunya perlu menjadi perhatian kita bersama. Kenaikan ini juga bisa terjadi karena pemerintah daerah dan masyarakatnya lengah dan menganggap daerahnya baik-baik saja hanya karena tidak menerapkan PPKM Level 4," ucap Wiku.

Seiring dengan kenaikan kasus positif, keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit rujukan COVID-19 di tiga pulau ini juga mengalami kenaikan.

Kenaikan BOR terjadi khususnya di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Kalimantan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Sulawesi Barat.

Karenanya, Wiku meminta kepada pemerintah daerah di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi untuk terus memantau perkembangan kasus COVID-19 di wilayahnya, melakukan perbaikan penanganan baik dari hulu maupun hilir, dan sebisa mungkin menekan penularan di tengah masyarakat.

"Belum terlambat untuk memperbaiki keadaan sehingga kasus dapat ditekan. Manfaatkan momen perpanjangan PPKM ini selama satu minggu kedepan untuk terus meningkatkan penanganan COVID-19 di wilayah masing-masing. Apabila penurunan kasus dapat terjadi secara merata di seluruh provinsi, maka bukan tidak mungkin kita dapat segera terlepas dari jerat COVID-19 ini," pungkasnya.