Bagikan:

JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengizinkan penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin Pfizer. Vaksin COVID-19 asal Amerika Serikat ini disebut memiliki efikasi sebesar 95,5 bahkan 100 persen untuk remaja 12-15 tahun.

Data ini diperoleh dari pelaksanaan uji klinik yang telah dilakukan sebelum vaksin ini diedarkan.

"Data uji klinik fase III menunjukkan efikasi comirnatie pada usia 16 tahun ke atas adalah 95,5 persen dan pada usia remaja 12-15 tahun adalah 100 persen," kata Kepala BPOM Penny K Lukito dalam konferensi pers yang ditayangkan di YouTube BPOM RI, Kamis, 15 Juli.

Meski begitu, berdasarkan sejumlah kajian dengan tim ahli vaksin ini dapat ditoleransi pada semua kelompok usia. Pemberian vaksin Pfizer ini dilakukan sebanyak dua dosis dengan selang waktu tiga minggu.

"Data imunogenitas menunjukkan pemberian dua dosis vaksin comirnatie dalam selang tiga minggu ini menghasilkan respons yang baik," ujarnya.

Sebagai informasi, saat ini sudah ada enam vaksin COVID-19 yang telah mendapat EUA dari BPOM untuk bisa digunakan di Indonesia. Selain Pfizer, BPOM telah meneribitkan EUA Coronavac dari Sinovac asal China,AstraZeneca yang diperoleh dari kerja sama COVAX facilities, Sinopharm dari Beijing, dan Moderena dari Amerika Serikat.

BPOM menyebut vaksin Pfizer ini menggunakan platform mRNA yang memiliki spesifikasi penyimpanan khusus yaitu menggunakan ulta low temperatur. Suhunya mesti berada pada kisaran -90 sampai dengan -60 derajat cilcius.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut 50 juta vaksin Pfizer buatan Amerika Serikat akan segera tiba di Indonesia.

Hal ini disepakati dalam kerja sama Kemenkes dengan Pfizer-BioNTech dalam penyediaan vaksin yang dinamakan 162b2 sepanjang tahun 2021.

Menkes Budi mengaku menyambut baik kerja sama pengadaan vaksin Pfizer di Indonesia. Vaksin tersebut menjadi salah satu vaksin COVID-19 yang digunakan untuk program percepatan vaksinasi di Indonesia.

“Saya ucapkan terima kasih atas kerja samanya dalam rangka membantu memenuhi kebutuhan vaksin COVID-19 di Indonesia. Dengan bertambahnya stok vaksin 50 juta dosis merk Pfizer ini, diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan vaksinasi di Indonesia,” kata Budi pada Rabu, 14 Juli.